KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura- Dinas Perikanan Kota Jayapura membekali nelayan Orang Asli Papua (OAP) daam pelatihan perawatan dan perbaikan mesin motor tempel. Kegiatan bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) sektor perikanan Tahun Anggaran 2026. Pelatihan diikuti 15 perwakilan kelompok nelayan OAP dan dibuka oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura, Abdul Majid.
Abdul Majid bilang, pemberdayaan nelayan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan berupa perahu, mesin motor tempel, maupun alat tangkap, tetapi harus disertai peningkatan pengetahuan dan keterampilan.
Dirinya berharap, bantuan yang diberikan pemerintah harus memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, nelayan perlu memiliki kemampuan untuk mengoperasikan, merawat, dan melakukan penanganan awal terhadap kerusakan peralatan yang mereka gunakan. “Bantuan pemerintah harus menjadi aset produktif yang dapat meningkatkan usaha dan kesejahteraan nelayan,” katanya, Jumat 7 Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi menyampaikan pemanfaatan dana Otsus harus memberikan dampak nyata bagi Orang Asli Papua melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dia menyebut pembangunan sektor perikanan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan sarana, tetapi harus diarahkan pada penguatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian nelayan.
“Bantuan sarana harus diikuti dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Nelayan harus didorong menjadi semakin mandiri, mampu menjaga aset usahanya, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan produktivitasnya,” kata Matheys Sibi.
Matheys menyampaikan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam usaha penangkapan ikan sehari-hari sekaligus dibagikan kepada anggota kelompok nelayan lainnya, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.
Melalui pelatihan ini, diharapkan nelayan OAP semakin mandiri dalam mengelola sarana produksinya, sehingga sektor perikanan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Orang Asli Papua di Kota Jayapura. *** (Natalya Yoku)


















