Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PUBLIK · 16 Nov 2024 16:37 WIT

Nelayan Kampung Malawei Sorong Dukung Transmigrasi Lokal, Ini Alasannya


					Nelayan Kampung Malawei Sorong, Papua Barat Daya. Foto: ist Perbesar

Nelayan Kampung Malawei Sorong, Papua Barat Daya. Foto: ist

KABARPAPUA.CO. Sorong– Koordinator Kampung Nelayan Kelurahan Malawei, Kota Sorong, Yohana Marini mendukung program pemerintah terkait transmigrasi lokal di Provinsi Papua Barat Daya.

Menurutnya, program pemerintah ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir pantai yang selama ini menempati  rumah di atas air laut. Banyak dari mereka memiliki keinginan untuk pindah dan menetap di atas tanah yang lebih aman dan nyaman.

“Kami mendukung penuh program transmigrasi lokal,  karena masyarakat pesisir di kampung nelayan memiliki keinginan kuat untuk hidup di daratan, demi meningkatkan kualitas hidup mereka dan mengurangi risiko yang sering terjadi di wilayah pesisir,” ujar Yohana, Sabtu 16 November 2024. 

Dia bilang, warga pesisir menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan air bersih, keterbatasan fasilitas pembuangan sampah, dan ancaman cuaca buruk yang kerap merusak rumah akibat terjangan ombak. Hal ini membuat masyarakat semakin mendambakan kehidupan yang lebih stabil di daratan.

“Langkah ini dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat nelayan untuk mendapatkan akses yang lebih baik terhadap fasilitas umum seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, sekaligus mendorong pembangunan yang lebih merata di wilayah Papua Barat Daya,” katanya.

Program transmigrasi lokal diharapkan menjadi solusi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah dalam menata kawasan pesisir dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di wilayah tersebut. *** (Rilis)

Artikel ini telah dibaca 131 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Yorrys: Otsus Papua Harus Hadirkan Keadilan dan Kesejahteraan, Bukan Sekadar Anggaran

14 August 2026 - 20:44 WIT

PLN Imbau Jarak Aman Pasang Atribut HUT RI Minimal 3 Meter dari Jaringan Listrik

10 August 2026 - 17:52 WIT

Konfercab WKRI Cabang Paniai Resmi Dibuka, Siap Lahirkan Kepemimpinan Baru

8 August 2026 - 14:36 WIT

Wakil Kepala BGN dan Wamendagri Tinjau Penanganan Pasien Keracunan MBG di RSUP Jayapura

7 August 2026 - 18:00 WIT

RSUP Jayapura Berikan Penanganan Medis kepada Delapan Pasien Asal Distrik Depapre

5 August 2026 - 13:02 WIT

Imigrasi Jayapura Catat 2.032 Paspor, PNBP Capai Rp3,28 Miliar

21 July 2026 - 20:56 WIT

Trending di PUBLIK