Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA BARAT · 10 Aug 2025 22:42 WIT

Masyarakat Tanggaromi Minta Gunakan Dana Otsus untuk Pendidikan Berpola Asrama


					Jhoni Namsau saat berbicara dalam pertemuan dengan anggota MRPB di Kampung Tanggaromi, Kamis, 7 Agustus 2025. (KabarPapua.co/Yosias Wambrauw) Perbesar

Jhoni Namsau saat berbicara dalam pertemuan dengan anggota MRPB di Kampung Tanggaromi, Kamis, 7 Agustus 2025. (KabarPapua.co/Yosias Wambrauw)

KABARPAPUA.CO, Kaimana – Masyarakat Kampung Tanggaromi, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, mengusulkan agar dana Otonomi Khusus (Otsus) dapat digunakan untuk membangun sekolah berpola asrama bagi anak-anak orang asli Papua (OAP).

Aspirasi itu disampaikan oleh masyarakat setempat kepada empat orang Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Kampung Tanggaromi, pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Keempat anggota MRPB asal Kaimana itu adalah, Wakil Ketua Pokja Adat Ismael Watora dan anggotanya Samuel Aboda, serta Sekretarisnya Pokja Perempuan Martina Sawi dan anggota Yumima Sorik.

Dari kiri ke kanan : Wakil Ketua Pokja Adat MRPB, Ismael Watora, Sekretaris Pokja Perempuan, Martina Sawi, anggota Pokja Perempuan, Yumima Sorik dan anggota Pokja Adat Samuel Aboda. (KabarPapua.co/Yosias Wambrauw)

Jhoni Namsau, salah satu tokoh pemuda di kampung ini menyebut, pendidikan berpola asrama telah terbukti dalam menghasilkan anak-anak yang berkarakter baik dan berprestasi serta siap terjun ke dunia kerja.

Sehingga, alokasi dana Otsus untuk pendidikan hendaknya memikirkan juga tentang bagaimana mendirikan sekolah-sekolah berpola asrama yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Dimulai dari fasilitas olahraga hingga teknologi komputer dan lain sebagainya.

Jhoni juga mengaku, selama ini masyarakatnya belum mengetahui apa saja program dari Dana Otsus yang turun ke kampung, baik itu dibidang pendidikan, ekonomi maupun kesehatan.

Hal itu kata Jhoni, menyebabkan masyarakat selalu menyampaikan protes karena merasa bahwa mereka tidak pernah merasakan dana Otsus yang katanya diperuntukan untuk OAP tersebut. ***(Yosias Wambrauw)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Kaimana Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Perwakilan Papua Barat

1 May 2026 - 14:15 WIT

Pemkab Kaimana Siapkan Hibah Hewan Kurban Sebanyak 33 Ekor

29 April 2026 - 20:27 WIT

Layanan Mudik Lebaran di Bandara Kaimana Berjalan Aman dan Lancar

17 March 2026 - 12:41 WIT

Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kaimana Berkurang 8.761 Orang

10 March 2026 - 11:06 WIT

Bupati Kaimana Serahkan DPA ke OPD: Pentingnya Sinergitas pada Setiap Kegiatan

10 March 2026 - 09:58 WIT

DPRPB Gelar Konsultasi Publik Ranperdasus Perlindungan Situs Keagamaan di Kaimana

9 March 2026 - 09:50 WIT

Trending di KABAR PAPUA BARAT