KABARPAPUA.CO, Nabire- Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, namun menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka pasar yang pasti bagi pelaku UMKM lokal di Tanah Papua.
Marsel bilang, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai bidang, mulai dari tenaga dapur, distribusi makanan, petugas kebersihan, hingga tenaga administrasi.
“Hal ini memberikan peluang kerja langsung bagi masyarakat setempat, khususnya generasi muda dan mama-mama Papua yang selama ini memiliki keterbatasan akses pekerjaan formal,” jelasnya, Sabtu 28 Februari 2026.
Tak hanya itu saja, MBG memberikan dampak ekonomi tidak langsung melalui keterlibatan pelaku UMKM dan petani lokal. Bahan pangan seperti sayur-sayuran, ikan, umbi-umbian, telur, dan hasil kebun masyarakat dapat diserap secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan produksi makanan bergizi setiap hari. Dengan adanya kepastian permintaan, pelaku usaha kecil tidak lagi bergantung pada pasar yang tidak menentu.
Dirinya mengajak masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam MBG, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai pemasok bahan pangan lokal.
“Keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah anak yang menerima makanan bergizi, tetapi juga dari sejauh mana program ini mampu memberdayakan ekonomi masyarakat Papua secara berkelanjutan,” katanya. *** (Agies Pranoto)


















