KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– AT, seorang ibu yang sedang mengandung bayi 6 bulan menjadi korban tembak di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Kesaksian ibu AT disampaikan langsung kepada Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey saat menjenguk AT di Rumah Sakit Mulia.
AT mengaku menderita luka tembak di bagian leher. Dia membeberkan kronologi kejadian yang menimpanya.
“Sa (saya) ditembak di depan honai di Kampung Kembru. Sa lihat dengan jelas aparat berseragam loreng memegang senjata di lokasi tersebut. Sa lihat aparat TNI dan mendengar bunyi pesawat serta rentetan tembakan yang masif,” kata Frits menirukan kesaksian AT.
Setelah AT tertembak, seorang anggota TNI sempat menemuinya di dalam honai hanya untuk meminta foto sebagai bahan laporan.
AT selanjutnya dievakuasi oleh PMI Kabupaten Puncak Jaya pada 15 April ke Rumah Sakit Mulia untuk mendapatkan penanganan medis darurat dan saat ini AT sudah dirujuk ke RS Dian Harapan Kota Jayapura.
Kronologi Kontak Tembak
Berdasarkan data awal yang dihimpun Komnas HAM, rangkaian peristiwa ini bermula pada:
13 April 2026, terjadi kontak tembak antara Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) dengan Satgas TNI di wilayah Pogama.
14 April 2026 : Satgas TNI diduga melakukan operasi lanjutan di Pogama dan Kampung Kembru yang berujung pada jatuhnya korban warga sipil.
Hingga saat ini, tim investigasi belum mendapatkan konfirmasi apakah ada korban jiwa dari pihak TNI dalam kontak tembak pada 13 April. Komnas HAM juga masih melakukan verifikasi lapangan terkait jumlah pasti warga sipil yang meninggal dunia. *** (Katharina)


















