KABARPAPUA.CO, Nabire – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Nabire, setelah sang anak bernama Rafa, yang tengah berjuang melawan sakit di rumah sakit, akhirnya meninggal dunia.
Di tengah kesedihan itu, sang ibu bernama Rahma menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan dan penanganan medis yang diterima anaknya selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut Rahma, anaknya masuk instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit, Kamis, 8 Oktober 2026. “Dari keterangan dokter IGD, penanganan sudah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), pemasangan infus dan oksigen, meskipun belum bisa diajak komunikasi,” katanya.
Namun Rahma mengungkapkan, dirinya merasa penanganan medis terhadap kondisi anaknya tidak sesuai dengan harapan. “Anak saya pasien rujukan dari klinik di SP3 Nabire, memang sudah tak sadar karena kejang saat tiba di rumah sakit,” katanya.
“Harapan saya, supaya ketika di rumah sakit bisa ditangani baik. Tapi sampai disana (rumah sakit), yang tangani hanya dokter umum. Saya maunya dokter spesialis anak yang lihat langsung, tapi sampai meninggal belum juga diperiksa lanjutan dokter spesialis anak,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Nabire, Sukatemin, S.Kep., Ns., M.Kep, saat dihubungi lewat telepon selulernya, Minggu, 11 Oktober 2026 mengaku, akan melakukan audit untuk menelusuri kronologi, serta proses pelayanan medis yang telah diberikan kepada pasien.
Sukatemin mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap keluhan keluarga, sekaligus upaya memastikan apakah penanganan yang diberikan telah berjalan sesuai prosedur dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
“Saya sudah melakukan koordinasi untuk klarifikasi terhadap kasus ini. Saya sudah menginstruksikan untuk investigasi dan audit SOP, tatalaksana, dan penatalaksanaan awal, mulai dari Triase hingga tata laksana oleh dokter spesialis,” jelas Sukatemin. ***(Agies Pranoto)








