Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 24 Mar 2025 18:06 WIT

Keluarga Korban Kekerasan di Yahukimo Desak Kepastian Pemulangan Jenazah


					Melki Weruin, keluarga korban sekaligus Ketua Paguyuban Lewolema. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Melki Weruin, keluarga korban sekaligus Ketua Paguyuban Lewolema. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Keluarga Rosalia Sogen, seorang guru kontrak yang menjadi korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menyampaikan kekecewaannya atas belum adanya kepastian terkait pemulangan jenazah ke kampung halamannya di Flores Timur.

Hingga kini, jenazah Rosalia masih berada di ruang Pemulsaran Jenazah Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura, setelah dievakuasi dari lokasi kejadian. Diketahui Rosalia Sogen, yang telah mengabdi selama dua tahun sebagai tenaga pendidik di Yahukimo, tewas dalam serangan brutal KKB.

Melki Weruin, keluarga korban sekaligus Ketua Paguyuban Lewolema, menegaskan, Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Yayasan Serafim, selaku perekrut korban, seharusnya bertanggung jawab untuk memastikan kepulangan jenazah ke kampung halaman.

“Bagi saya, tanggung jawab itu ada pada dua lembaga tersebut, Pemda Kabupaten Yahukimo dan Yayasan Serafim. Mereka harus memastikan kepulangan jenazah ini ke kampung halamannya. Tidak hanya itu, hak-hak almarhumah, seperti status kepegawaiannya dan gaji tiga bulan yang belum dibayarkan, juga perlu diklarifikasi,” ujar Melki saat di temui di RS Marthen Indey, Kota Jayapura, Senin, 24 Maret 2025.

Melki juga mempertanyakan apakah ada santunan kematian yang akan diberikan kepada keluarga korban, mengingat pengabdian Rosalia yang telah berjuang untuk pendidikan anak-anak di daerah pelosok.

Ia berharap pemerintah dan yayasan tidak hanya fokus pada pemulangan jenazah tetapi juga memberikan kejelasan mengenai jaminan sosial dan hak-hak duka bagi keluarga yang ditinggalkan.

Meski demikian, Melki tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas proses evakuasi jenazah hingga tiba di Jayapura. Namun, ia berharap ada langkah lebih lanjut dalam menyelesaikan hak-hak korban.

Evaluasi Sistem Pengamanan Guru di Daerah Konflik

Ketua Yayasan Serafim, Pdt. Jhon Fallo mengungkapkan, Rosalia telah mengabdi dengan penuh dedikasi selama dua tahun di Distrik Anggruk. Ia menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut dan menegaskan perlunya evaluasi sistem pengamanan bagi tenaga pendidik di daerah rawan konflik seperti Yahukimo.

“Kami sedang berada dalam dilema. Namun, saat ini fokus kami adalah menangani jenazah dan korban yang masih dirawat. Kami juga berharap korban yang mengalami trauma dapat segera pulih, baik secara fisik maupun psikologis,” ujar Pdt. Jhon Fallo.

Kasus ini menarik perhatian publik terkait jaminan keselamatan bagi tenaga pendidik yang bertugas di wilayah terpencil dan rawan konflik. Keluarga korban berharap agar pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait segera memberikan kejelasan terkait hak-hak korban serta mempercepat proses pemulangan jenazah Rosalia Sogen. ***(Imelda)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Atasi Masalah di Lokasi TPA Pisugi, DLH Kabupaten Jayawijaya Anggarkan Rp100 Juta

26 March 2025 - 18:34 WIT

Nikson Matuan, Tersangka Penembakan di Yalimo Diserahkan ke Kejari Jayawijaya

26 March 2025 - 17:36 WIT

3 Prajurit TNI Diperiksa Dugaan Jual Beli Senjata dan Amunisi di Papua

26 March 2025 - 13:42 WIT

Polisi Lakukan Evakuasi dan Olah TKP Insiden Kekerasan di Yahukimo

24 March 2025 - 23:47 WIT

Kekerasan KKB kepada Guru dan Nakes, Bupati Yahukimo: Jika Mereka TNI/Polri, Saya Siap Mundur

24 March 2025 - 21:57 WIT

Tinjau Korban Kekerasan KKB di Yahukimo, Pangdam: Kondisinya Sudah Membaik

24 March 2025 - 18:30 WIT

Trending di PERISTIWA