Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 8 May 2024 13:30 WIT

Kejari Jayapura Eksekusi 4 Terpidana Kasus Pelanggaran Pemilu 2024


					Kejari Jayapura mengeksekusi 4 terpidana kasus pelanggaran Pemilu 2024. (Dok Kejari Jayapura) Perbesar

Kejari Jayapura mengeksekusi 4 terpidana kasus pelanggaran Pemilu 2024. (Dok Kejari Jayapura)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Kejaksaan Negeri Jayapura mengeksekusi empat terpidana kasus pelanggaran Pemilu 2024. Dari empat terpidana, tiga di antaranya merupakan perempuan.

Mereka yakni Neli Bannegau, Sarce Lontonanung, Maria Anggelina Maturbongs dan Muhammad Fadli (pria). Eksekusi ini menindaklanjuti putusan Pengadilan Tinggi Jayapura.

Kajari Jayapura, Lukas Alexander Sinuraya dalam keterangannya  melalui Kasi Intel Kejari, Robertho Sohilait mengatakan, sesuai putusan Pengadilan Negeri Jayapura, para terpidana mendapat vonis 3 bulan penjara dan denda Rp 1 juta.

“Eksekusi ini merupakan rangkaian lanjutan dari ekseskusi terdahulu yang telah dilaksanakan terhadap terpidana Onhes Jems Youwe,” terang Roberto dalam rilis, Rabu 8 Mei 2024.

Dalam kasus ini, Roberto menjelaskan, para terpidana terbukti melakukan pelanggaran pemilu dengan sengaja memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS)  atau TPSLN.

“Jadi aturan ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 516 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu sebagaimana diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 2023 tentang penetapan PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu menjadi UU,” ujarnya.

Robertho menyampaikan bahwa dengan upaya hukum dalam perkara pemilu hanya dapat dimintakan pada tingkat banding. Hal ini sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

Kemudian dilanjutkan putusan pada Pengadilan Tinggi Jayapura dalam perkara ini yang telah dibacakan 2 Mei 2024 telah mempunyai kekuatan hukum (inkracht) serta bersifat final dan mengikat.

“Tiga terdakwa (terpidana) telah dilaksanakan eksekusi pada Lembaga Pemasyarakatan Khusus Perempuan. (Sementara) 1 orang terdakwa telah dilaksanakan eksekusi pada Lembaga Pemasyarakatan Abepura,” terangnya.  *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ribuan Personel Meriahkan Natal Bersama Polda Papua di Auditorium Uncen

20 January 2026 - 09:39 WIT

Peringatan Keras Ketua Adat Lapago Kota Jayapura untuk TPN-OPM

19 January 2026 - 22:24 WIT

Tokoh Agama Papua: TPN-OPM, Hentikan Kekerasan terhadap Warga Sipil di Yahukimo

19 January 2026 - 15:48 WIT

Lapas Kelas IIA Abepura Tegaskan Layanan Pemasyarakatan Berjalan Baik

17 January 2026 - 18:23 WIT

Korban Perahu Ketinting di Asmat Ditemukan Tak Bernyawa

15 January 2026 - 16:55 WIT

Polsek Sota Dampingi Petani hingga Panen Jagung di Ujung Timur Indonesia

15 January 2026 - 10:54 WIT

Trending di PERISTIWA