Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 9 Sep 2026 12:10 WIT

Kantor Komnas HAM Papua Dilempar Bom Molotov


					Olah TKP yang dilakukan kepolisian usai Kantor Komas HAM Papua dilempar bom molotov. Foto: ist Perbesar

Olah TKP yang dilakukan kepolisian usai Kantor Komas HAM Papua dilempar bom molotov. Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura- Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua dilempar \ bom molotov oleh orang tak dikenal pada Rabu 9 September 2026,  sekitar pukul 10.15 WIT. Setelah melempar bom molotov ke halaman kantor, pelaku langsung melarikan diri.

Kepala Kantor Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menyampaikan aksi tersebut terjadi saat aktivitas di sekitar kantor ramai. “Ini terjadi siang hari, sekitar pukul 10.15 WIT, Kantor Komnas HAM Papua dilempar bom molotov oleh seseorang dan setelah itu langsung melarikan diri,” kata Frits kepada wartawan, Rabu siang.

Frits bilang, di lokasi pelemparan bom yang berada di depan kantor yang terletak di Dok V Jayapura, ditemukan pecahan botol yang berisi bensin yang dilengkapi sumbu. 

“Benda itu diduga sengaja dilempar ke arah sejumlah sepeda motor yang sedang terparkir di halaman Kantor Komnas HAM Papua, dengan maksud agar motor-motor ini terbakar dan kemudian merembet ke arah kantor,” tuturnya.

Frits menilai aksi tersebut merupakan bentuk teror dan kejahatan serius. Ia meminta aparat kepolisian segera mengungkap pelaku maupun motif di balik aksi tersebut “Teror ini adalah sebuah kejahatan serius sehingga polisi harus bisa mengungkap pelaku karena kejadian terjadi di siang hari,” ujarnya.

Ia mengatakan sudah membuat laporan polisi agar kasus tersebut dapat ditindaklanjuti dan diungkap. Frits berharap kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut sehingga aksi teror terhadap pekerja HAM di Papua tidak kembali terjadi. “Harapan kita kasus ini bisa diungkap agar memutus teror terhadap pekerja HAM di Papua,” katanya. ***  (Katharina)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Satgas Damai Cartenz Lumpuhkan 2 Anggota KKB di Dekai, 1 Tewas

13 October 2026 - 22:40 WIT

Kejati Papua Tetapkan Mantan Kadis PUPR Boven Digoel Tersangka Kasus Korupsi Rp10,64 Miliar

13 October 2026 - 14:13 WIT

Dari Pengabdian Menjadi Berkat, TMMD di Nabire Bangun Gereja untuk Umat

13 October 2026 - 13:42 WIT

Bupati Mesak Magai Resmi Buka TMMD Ke-130 Kodim 1705 Nabire

13 October 2026 - 11:34 WIT

Kapolres Nabire: “Tak Ada Warga Ditembak Bernama Alberth Pigome di Pasar Karang”

12 October 2026 - 19:21 WIT

Kapolres Nabire Bantah Isu Diskriminasi dan Intimidasi Pelajar Penolak MBG

12 October 2026 - 16:24 WIT

Trending di PERISTIWA