Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 31 Jul 2025 06:19 WIT

“Jayawijaya Bertobat” Langkah Pemulihan untuk Pembangunan Lebih Baik


					Dao bersama di Kabupaten Jayawijaya jelang rekonsiliasai Perbesar

Dao bersama di Kabupaten Jayawijaya jelang rekonsiliasai "Jayawiajay Bertobat". Foto: Agris Wistrijaya/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Wamena–  Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar ibadah bersama dengan tema: “Jayawijaya Bertobat” yang berlangsung di gedung Aithousa Wamena, Rabu 30 Juli 2025.

Ibadah dilaksanakan jelang rekonsiliasi yang akan dilakukan pada 31 Juli, dimana seluruh aktifitas di Kabupaten Jayawijaya dihentikan dan fokus untuk berdoa dan berpuasa di rumah masing-masing sebagai upaya menciptakan perdamaian di Kabupaten Jayawijaya.

Ibadah dihadiri oleh Wakil Gubernur Ones Pahabol, Bupati Jayawijaya dan Wakil Bupati Jayawijaya, para pendeta dari berbagai denominasi gereja, tokoh gereja serta ASN di lingkungan pemda Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Jayawijaya.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H menyampaikan  rekonsiliasi dalam konteks pengakuan kesalahan adalah proses penting untuk memulihkan hubungan yang rusak dan membangun masa depan yang lebih baik, baik dalam skala personal, sosial, maupun politikyang melibatkan pengakuan kesalahan, permintaan maaf, dan pemberian maaf.

“Hal ini merupakan langkah penting dalam menyelesaikan perselisihan dan membangun kembali kepercayaan,” kata bupati.

Bupati menjelaskan  tujuan dari rekonsiliasi adalah untuk memulihkan hubungan yang rusak, menciptakan keadilan dan perdamaian. Membangun kepercayaan dan kerjasama serta mendorong pertumbuhan individu dan masyarakat.

“Dalam menjalankan kepemimpinan di Kabupaten Jayawijaya untuk 5 tahun ke depan, kami ingin mengajak kepada seluruh masyarakat Jayawijaya untuk dapat mendukung kegiatan rekonsiliasi ini,” tuturnya.

Dao bersama di Kabupaten Jayawijaya jelang rekonsiliasai “Jayawiajay Bertobat”. Foto: Agris Wistrijaya/KabarPapua.co

Dia bilang, rekonsiliasi tidak hanya dilakukan dengan memulai dari diri sendiri seperti penerimaan diri, melepaskan masa lalu, dan membangun hubungan positif dengan diri sendiri.

“Rekonsiliasi juga sewajarnya dilakukan sesama, dan terpenting rekonsiliasi dengan Tuhan dalam konteks dengan agama,” katanya.

Atenius berharap rekonsiliasi ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat Jayawijaya, dalam memulihkan hubungan yang harmonis antar seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, dan ras.

“Semua hal yang dilakukan saat ini untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Jayawijaya, mencegah konflik baru, menyelesaikan perselisihan, dan memberdayakan masyarakat dalam proses pembangunan perdamaian, dan menjaga perdamaian di masa depan,” katanya. *** (Agris Wistrijaya) 

Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Bupati Jayawijaya: Disiplin Harus Dibangun Sejak Seorang Jadi CPNS

16 September 2026 - 22:05 WIT

Pemkab Jayawijaya Apresiasi Bank Papua atas Dukungannya Lewat Program CSR

13 September 2026 - 16:14 WIT

Pemkab Jayawijaya Dorong Kemandirian Pemuda Melalui Pelatihan Wirausaha Muda

10 September 2026 - 10:30 WIT

Tujuh Hari KKR Wamena Bermazmur, Momentum Pemulihan dan Penguatan Iman Masyarakat

8 September 2026 - 14:12 WIT

Momen Langka di Jayawijaya: Bupati Resmikan KKR Wamena Bermazmur saat Apel ASN

7 September 2026 - 17:36 WIT

Bunda PAUD Jayawijaya: Program Kerja Sederhana, tapi Berdampak Nyata

7 September 2026 - 16:42 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA