Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 9 Sep 2025 15:53 WIT

HIV-AIDS Ada 2.767 Kasus, Dinkes Kepulauan Yapen Fokus Edukasi dan Pengobatan


					Penyerahan BMT kepada ODHA oleh Kepala Dinkes Kepulauan Yapen Karolis Tanawani. (Foto dok: Dinkes Kepulauan Yapen) Perbesar

Penyerahan BMT kepada ODHA oleh Kepala Dinkes Kepulauan Yapen Karolis Tanawani. (Foto dok: Dinkes Kepulauan Yapen)

KABARPAPUA.CO, Serui – Saat ini, jumlah Human Immonodeficiency Virus-Acquired Immune Deficiency Sydrome (HIV-AIDS) di Kabupaten Kepulauan Yapen tercatat ada 2.767 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Yapen, Karolis Tanawani mengungkapkan, kasus HIV/AIDS tersebar di 17 distrik, dengan jumlah tertinggi di Distrik Anotourei, sebanyak 1.816 kasus.

“Dengan mengonsumsi Antiretroviral (ARV) secara teratur, orang yang hidup dengan HIV-AIDS (ODHA) tetap bisa beraktivitas normal. Sebab obat ini menekan perkembangan virus pada stadium awal,” jelas Karolis. 

Saat ini, kata Karolis, ada 1.591 pasien sudah mengonsumsi ARV, sementara sekitar 715 lainnya belum terjangkau, terutama karena masih menolak atau belum menerima hasil pemeriksaan. 

Karolis, menyebut, tantangan terbesar yang dihadapi adalah edukasi kepada masyarakat. Banyak pasien yang belum menerima hasil deteksi awal, sehingga menunda pengobatan. 

Untuk itu, kata Karolis, Dinkes Kepulauan Yapen secara rutin melakukan penyuluhan agar masyarakat dapat memahami pentingnya pengobatan sejak dini.

“Kini, obat ARV tersedia di sembilan puskesmas, yaitu di Serui Kota, Warari, Menawi, Kosiwo, Ansus, Randawaya, Tindaret, Poom, dan Windesi.

Sebelumnya, kata Karolis, masyarakat harus ke Jayapura untuk mendapatkan obat ini. “Sekarang, kita sudah melatih tenaga medis dan menyiapkan penyimpanan obat di Kepulauan Yapen,” tambahnya.

Menurut Karolis, selain pemberian ARV, pihaknya juga menyalurkan 400 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bersumber dari dana otonomi khusus (otsus). “Bantuan ini diberikan untuk menjaga gizi dan daya tahan tubuh ODHA,” katanya.

Dinkes Kepulauan Yapen menyalurkan PMT bagi ODHA pada Senin, 8 September 2025. “PMT ini penting agar ODHA tetap kuat jalani pengobatan dengan ARV. Distribusi dilakukan lewat puskesmas dan dipastikan tepat sasaran,” kata Karolis.

Karolis juga menekankan pentingnya pemeriksaan HIV bagi ibu hamil, guna mencegah penularan dari ibu ke anak melalui kehamilan, persalinan, maupun air susu ibu (ASI).

Menurut Karolis, para ODHA penerima manfaat menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah. “Mereka mangatakan, bantuan ini sangat berarti untuk tetap sehat dan kuat,” terangnya. 

Upaya ini, kata Karolis, menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif serta peduli terhadap semua lapisan masyarakat. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 123 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Soroti Renovasi Sekolah yang Belum Rampung

23 January 2026 - 23:21 WIT

Pesan Penting Wabup Yapen saat Penyerahan DPA hingga SK Plt OPD

23 January 2026 - 15:55 WIT

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Kandowarira

22 January 2026 - 22:01 WIT

Pengembangan Kakao, Petani Apresiasi Langkah Pemkab Kepulauan Yapen 

21 January 2026 - 22:13 WIT

TKG Belum Terbayarkan, Komisi C DPRK Kepulauan Yapen Gelar RDP 

21 January 2026 - 21:51 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

Trending di BISNIS