Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 19 Sep 2025 08:30 WIT

DPRK Kepulauan Yapen Terima KUA-PPAS Perubahan 2025, Bupati: Kondisi Keuangan Cukup Berat


					Penyerahan KUA PPAS oleh Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy kepada Ketua DPRK Kepulauan Yapen Ebzon Sembai. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)
Perbesar

Penyerahan KUA PPAS oleh Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy kepada Ketua DPRK Kepulauan Yapen Ebzon Sembai. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen resmi menerima rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2025 dari pemerintah daerah.

Penyerahan ini dilakukan Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, yang terima langsung pimpinan DPRK Kepulauan Yapen Ebzon Sembai di di Ruang Rapat DPRK Kepulauan Yapen, Serui, Kamis, 18 September 2025.

Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, dalam sambutannya menyampaikan, dokumen KUA-PPAS Perubahan 2025 akan menjadi dasar bersama dalam merumuskan kebijakan prioritas di APBD.

“Sesuai regulasi dan instrumen yang ada, hari ini kami menerima KUA-PPAS dari pemerintah daerah melalui bupati. Dokumen ini akan kami pelajari bersama untuk disepakati, agar menjadi acuan dalam penyusunan APBD Perubahan 2025 serta persiapan APBD 2026,” ujar Ebzon.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, menegaskan kondisi keuangan daerah saat ini cukup berat. Menurutnya, penyerahan KUA-PPAS Perubahan dilakukan terlambat dari jadwal seharusnya, yang mestinya dimulai pada Juli atau Agustus.

“APBD induk kami 2025 sebesar Rp1,139 triliun, setelah perubahan menjadi Rp1,044 triliun. Penyesuaian dilakukan karena target pendapatan tak tercapai, sehingga harus dilakukan efisiensi terhadap belanja yang tak mendesak. Sesungguhnya tak ada penambahan alokasi karena kami sedang mengalami defisit besar,” jelas Benyamin.

Benyamin memaparkan, beban utang daerah masih cukup tinggi, termasuk kewajiban kepada pihak ketiga, BPJS, Dolog, dan dana desa yang sempat dipotong pemerintah pusat. Hingga Agustus 2025, pemerintah daerah telah mencicil utang sekitar Rp25 miliar, dan tersisa Rp8 miliar yang harus diselesaikan hingga akhir tahun.

“Kondisi ini fakta yang harus kami tanggung bersama hingga 2030. Hal ini tentu mengganggu percepatan pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, perubahan anggaran ini penting agar tak lagi terjadi pemotongan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Benyamin menambahkan, meski dilakukan pemangkasan di sejumlah pos belanja, alokasi untuk sektor penting seperti kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, keagamaan, serta dukungan mahasiswa tetap dipertahankan.

Untuk itu, Benyamin berharap pembahasan KUA-PPAS Perubahan dapat segera rampung sehingga pada Oktober pemerintah daerah bersama DPRK sudah bisa beralih membahas APBD induk 2026.

“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRK. Semoga melalui kebersamaan ini, agenda strategis dan mendesak bagi masyarakat Kepulauan Yapen dapat segera dituntaskan,” pungkasnya. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 190 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Soroti Renovasi Sekolah yang Belum Rampung

23 January 2026 - 23:21 WIT

Pesan Penting Wabup Yapen saat Penyerahan DPA hingga SK Plt OPD

23 January 2026 - 15:55 WIT

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Kandowarira

22 January 2026 - 22:01 WIT

Pengembangan Kakao, Petani Apresiasi Langkah Pemkab Kepulauan Yapen 

21 January 2026 - 22:13 WIT

TKG Belum Terbayarkan, Komisi C DPRK Kepulauan Yapen Gelar RDP 

21 January 2026 - 21:51 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

Trending di BISNIS