KABARPAPUA.CO, Serui – Keunikan budaya Papua terus hidup melalui karya tangan masyarakatnya. Salah satunya ditunjukkan Dominggus Ayomi, perajin sisir bambu khas Papua dari Kampung Warari, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
Dominggus sendiri kesehariannya berprofesi sebagai perawat di RSUD Serui, namun juga menekuni pembuatan sisir bambu khas Papua dan aksesoris konde berhias Burung Cenderawasih.
Kerajinan tangan yang dipelajari Dominggus didapat secara otodidak. Hasil kerajinan tangannya itu mulai dipasarkan ke masyarakat sejak tahun 2024 dan mendapat sambutan positif yang luar biasa.
“Pekerjaan utama saya kebetulan perawat di rumah sakit. Di sela-sela waktu luang di rumah, saya membuat sisir-sisir sebagai tambahan penghasilan untuk penuhi kebutuhan belanja keluarga sehari-hari,” kata Dominggus, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Dominggus, sisir bambu dan aksesoris konde berhias Burung Cenderawasih merupakan bagian dari identitas budaya Papua yang kerap digunakan dalam berbagai acara adat maupun oleh para penari wanita saat menampilkan tarian tradisional Papua.
“Karena banyak yang suka menggunakan aksesoris ini, saya juga tertarik untuk membuatnya. Untuk ukiran pada sisir, saya belajar dari mertua saya yang berasal dari Pulau Kurudu,” kata Dominggus.
Dominggus juga mengatakan, hasil kerajinannya dipasarkan secara langsung di pasar tradisional Aroro Iroro Serui dan melalui promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan keluarga dan kerabat. “Jika berminat, dapat pesan ke saya di Kampung Warari,” katanya.
Dominggus menawarkan sisir bambu dengan harga mulai dari Rp15 ribu hingga Rp25 ribu, tergantung ukuran. “Sedangkan untuk aksesoris konde sisir hias Burung Cenderawasih saya jual Rp50 ribu per buah,” katanya.
Melalui usaha kecil yang dijalaninya, Dominggus berharap kerajinan khas Papua tersebut dapat terus dikenal dan diminati oleh masyarakat, sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya bagi generasi mendatang. ***(Ainun Faathirjal)


















