Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAPURA · 29 Nov 2023 08:09 WIT

Diskusi 1 Desember di Jayapura, Yanto Eluay Sebut Perlu Luruskan Sejarah


					Para Tokoh di Jayapura foto bersama usai diskusi soal 1 Desember, Rabu 29 November 2023. (KabarPapua.co/Faisal Narwawan) Perbesar

Para Tokoh di Jayapura foto bersama usai diskusi soal 1 Desember, Rabu 29 November 2023. (KabarPapua.co/Faisal Narwawan)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Para tokoh adat, agama dan pemuda di Kabupaten Jayapura menggelar  forum diskusi menjelang peringatan 1 Desember.

Diskusi yang diprakasai  Ondofolo Sentani, Yanto Eluay berlangsung di  Pendopo Adat (Obhe) Helebhey Wabhou, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu 29 November 2023.

Dalam sambutannya, Yanto Eluay menyampaikan beberapa hal, di antaranya ia menyatakan orang Papua dulunya merdeka karena hasutan Belanda saat itu.

“Belanda dulu menghasut orang tua kita dan mengadu domba kita sesama orang Papua Papua. Karena mereka punya kepentingan, akibatnya  orang Papua saling konflik yang berujung kepada penderitaan orang tua kita sendiri,”  ungkapnya.

Karena itu, Yanto  menyatakan bahwa selayaknya orang Papua tak merayakan hari yang disebut sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua. Menurutnya,  perayaan hari tersebut buatan Belanda yang tidak mau pergi dari tanah Papua.

“Sekarang kita generasi penerus yang menentukan arah masa depan Papua selanjutnya. Kita harus tanamkan kepada anak-anak sejarah yang benar bahwa tidak ada hari kemerdekaan bangsa Papua, tidak ada bendera Papua,” tandasnya.

Sementara itu, Ondo Atamali, Septinus Ibo memberikan masukan kepada generasi muda Papua.  Ia bilang, masa depan Papua ada pada pemuda saat ini.  Untuk itu ia mengajak Pemuda Papua khususnya di Sentani melakukan aktivitas yang  positif.

“OPM adalah peninggalan Belanda yang tidak mau kita maju berkembang. Jadi pada bulan Desember ini kita tidak boleh melakukan kegiatan yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain,” pesannya.

Salah satu tokoh agama di Sentani, Pdt. Jones Wenda, meminta pemuda Papua tak hanya bisa melakukan demo dan sadar bahwa pemerintah adalah wakil Allah.

“Jangan mau ditipu oleh orang-orang yang mengajak demo, tidak ada untungnya untuk kita. Saya minta adik-adik, tidak ikut aksi apapun yang berkaitan dengan 1 Desember,” terang Jones Wenda.

Dalam diskusi ini, para tokoh di Jayapura menyepakati beberapa hal yang dituangkan dalam pernyataan sikap. Kesepakatan mereka sesuai dengan tema diskusi tersebut yaitu,  “Tokoh Adat, Agama dan Pemuda Tolak HUT OPM”.

Berikut kesepakatan para tokoh soal 1 Desember :

  1. Kami menolak peringatan hari ulang tahun OPM (Organisasi Papua Merdeka) tanggal 1 Desember 2023. Organisasi ini jelas memberontak dan terlarang. Mengajak seluruh elemen masyarakat Papua, khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia untuk menolak HUT OPM pada tanggal 1 Desember.
  2. Kepada warga Papua, terutama mahasiswa, untuk tidak memperingati ulang tahun OPM. Karena hal tersebut sama saja menjadi penghianat bangsa.
  3. OPM adalah organisasi pemberontak, yang tidak setuju akan hasil Pepera yang menyatakan bahwa rakyat Papua ikut Indonesia. Padahal Pepera sudah terjadi 54 tahun lalu dan hasilnya juga dianggap sah oleh Pengadilan Internasional. OPM tidak terima dan ingin memerdekakan diri, walaupun Papua adalah bekas jajahan Belanda dan otomatis masuk wilayah Indonesia.
  4. Menolak dengan tegas kelompok separatis yang sering menyengsarakan masyarakat dan menghambat pembangunan. Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga NKRI. Papua tetap berada dalam pangkuan NKRI.
  5. Meminta kepada semua pihak keamanan agar dapat menindak tegas setiap adanya kelompok yang akan merayakan HUT OPM.
  6. Papua tetap merah putih, Papua NKRI, Papua damai. *** (Faisal Narwawan)
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

SD Kristen Kalam Kudus Sentani Tamatkan 53 Murid Angkatan 15

8 June 2024 - 15:07 WIT

Sudah 17 Hari Ruas Jalan Waibron Jayapura Dipalang, Ondoafi Desak Aparat Bertindak

3 June 2024 - 13:51 WIT

Pemkab Jayapura Terima Opini WTP 10 Kali dari BPK

30 May 2024 - 19:56 WIT

Komitmen 139 Kampung di Jayapura Sukseskan Festival Danau Sentani 2024

29 May 2024 - 20:34 WIT

Kisruh Pemberhentian Kadis Perikanan Jayapura, Rudi Saragih: Saya Masih Menjabat!

23 May 2024 - 19:25 WIT

Forum Gembala Papua Serukan Dukung Asosiasi MRP Perjuangkan Hak OAP

22 May 2024 - 19:33 WIT

Trending di KABAR JAYAPURA