Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 18 Apr 2024 00:12 WIT

Dijerat Pasal Makar, 4 Pionir Republik Melanesia Terancam Penjara 20 Tahun


					Polres Kepulauan Yapen menggiring 4 pelaku kasus makar, Rabu 17 April 2024. (KabarPapua.co/Ainun  Faathirjal) Perbesar

Polres Kepulauan Yapen menggiring 4 pelaku kasus makar, Rabu 17 April 2024. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Polres Kepulauan Yapen memproses hukum empat pioner atau tokoh pencetus Republik Melanesia yang ditangkap di Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua pada 22 Januari 2024.

Mereka tertangkap saat melakukan aksi konferensi nasional Negara Republik Melansia. Polisi pun menjerat keempatnya dengan Pasal 106 KUHP, Pasal 110 ayat 2 KHUP terkait Makar dengan ancaman penjara 20 tahun.

Kasat Reskrim Kepulauan Yapen, Iptu Febry Valentino, menjelaskan tindakan makar terjadi di Gereja Kristen Melanesia Oukumene Jemaat Sion, Distrik Yapen Barat pada 22 Januari lalu.

“Para tersangka sedang melaksanakan konfrensi nasional pemerintah Negara Republik Melanesia bersama massanya. Mereka membacakan teks proklamasi Republik Melanesia, beberapa surat keputusan hingga membuat struktur negara baru,” terang Febry.

Polres Kepulauan Yapen merilis kasus makar, Rabu 17 April 2024. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

Dalam kasus ini, menurut Febry, keempat tersangka berperan sebagai pionir atau tokoh pencetus Republik Melanesia. Fakta ini sebagaimana surat undangan yang tersebar di tengah masyarakat.

Selain 4 tersangka, Febry melanjutkan, pihaknya turut mengamankan 46 barang bukti kasus makar. Barang bukti ini berupa spanduk, undangan hingga flashdisk video.

“Kami imbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terkecoh dan tidak salah tangkap serta melaporkan kegiatan yang tidak sesuai dengan peruntukannya seperti kasus makar ini,” pesan Febry. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 163 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hari Ketiga Operasi Patuh Cartenz 2026, Polres Kepulauan Yapen Jaring 49 Kendaraan

29 October 2026 - 23:28 WIT

Yonif TP 909 KRP Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Alfa-Omega Panduami

29 October 2026 - 22:45 WIT

Warga Sipil Ditikam di Dekai, Keterlibatan KKB Diselidiki

28 October 2026 - 20:31 WIT

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolres Kepulauan Yapen Ajak Pemuda Jaga Persatuan

28 October 2026 - 19:57 WIT

Polisi Tangkap Terduga Penganiayaan Bule Belanda di Manokwari

28 October 2026 - 16:12 WIT

Sasar Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Waropen Gelar Operasi Patuh Cartenz 2026

27 October 2026 - 21:12 WIT

Trending di PERISTIWA