KABARPAPUA.CO, Nabire – Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Nabire memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah.
“Sebab sukses melatih kemandirian ekonomi mama-mama (ibu) Papua dalam pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” kata Koordinator BGN Wilayah Nabire, Marsel Asyerem di Nabire, Rabu, 1 Juli 2026.
Apresiasi ini diberikan menyusul digelarnya kegiatan workshop mandiri yang dilaksanakan oleh DP3AKB ProvinsiPapua Tengah, yang bertajuk: “Peningkatan Kapasitas Perempuan Gereja dalam Pengelolaan UMKM” di Aula Kantor BKKBN Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu, 1 Juli 2026.
Kegiatan workshop mandiri ini dihadiri puluhan perempuan, yang merupakan perwakilan gereja dari beberapakabupaten. Kegiatan ini secara khusus menyasar kaum perempuan dari komunitas gereja, guna meningkatkan keterampilan dalam kewirausahaannya.
Menurut Marsel, inisiatif yang diambil DP3AKB Provinsi Papua Tengah merupakan langkah maju yang sangat berharga. Kesiapan komoditas dan UMKM di tingkat tapak, dinilai akan sangat membantu penguatan pangan lokal.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi dan langkah mandiri dari DP3AKB Provinsi Papua Tengah yang bergerak aktif memberdayakan perekonomian mama-mama Papua, khususnya di lingkup perempuan gereja,” ujar Marsel dalam keterangannya.
Kegiatan pelatihan yang diinisiasi DP3AKB Provinsi Papua Tengah ini berfokus pada penguatan sektor hulu usaha mikro. Melalui pembekalan manajemen bisnis dan pengolahan pangan yang baik, usaha rumahan milik perempuan gereja diharapkan dapat naik kelas, lebih higienis, dan memiliki standar produksi berkelanjutan.
Marsel juga menilai, dampak positif dari penguatan kapasitas bagi para mama-mama dalam pengelolaan UMKM ini, diyakini akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Dengan pendapatan mandiri lebih baik, mama-mama Papua dapat memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak mereka di tingkat rumah tangga,” jelas Marsel.
Melalui apresiasi dan dukungan moral ini, kata Marsel, BGN Wilayah Nabire berharap program pemberdayaan mandiri dari pemerintah daerah seperti yang dilakukan DP3AKB Provinsi Papua dapat terus berlanjut.
“Hal ini penting agar potensi pangan lokal yang dikelola oleh para pengusaha orang asli Papua (OAP) semakin optimal dan berdaya saing di pasar yang lebih luas,” terang Marsel. ***(Agies Pranoto)


















