Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 27 Jan 2026 00:08 WIT

Akhir Pencarian Penyelam Tradisional di Perairan Yapen Utara


					Jasad penyelam tradisional yang ditemukan oleh SAR gabungan. Foto: SAR Biak Perbesar

Jasad penyelam tradisional yang ditemukan oleh SAR gabungan. Foto: SAR Biak

KABARPAPUA.CO. Serui– Operasi pencarian terhadap Karlos Risyard Heipon (40), penyelam tradisional yang hilang di perairan Pantai Hawa Berotabui, Distrik Yapen Utara, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada pencarian hari kedua, Senin 26 Januari 2026.

Setelah penyisiran yang dilakukan sejak Minggu pagi, tim di lapangan akhirnya menemukan jasad korban tidak jauh dari titik awal ia dilaporkan hilang. Dalam proses evakuasi tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Biak sempat mengerahkan tim penyelam teknis untuk mengobservasi area dasar laut di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Biak, Kundori menyampaikan jasad korban langsung dievakuasi menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) menuju daratan untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Kampung Poom.

“Korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Sesuai prosedur, jasad korban telah kami serahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga,” ujar Kundori.

Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur SAR yang terlibat, mulai dari personel Kantor SAR Biak hingga masyarakat lokal telah ditarik kembali ke satuan masing-masing. Pihak SAR juga menyampaikan apresiasi atas sinergi warga Kampung Poom yang bahu-membahu membantu proses pencarian sejak hari pertama.

Menutup keterangannya, Kantor SAR Biak menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Kundori juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat pesisir.

“Kami mengimbau nelayan dan penyelam tradisional untuk selalu mengutamakan keselamatan. Perhatikan kondisi fisik, arus, serta gelombang laut yang bisa berubah sewaktu-waktu demi menghindari tragedi serupa,” ujarnya *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kurang dari 5 Jam, Polres Merauke Ringkus Terduga Pelaku Pembunuhan

26 January 2026 - 22:20 WIT

Temuan Amunisi dan Granat di Dok V Atas, Polisi Imbau Warga Waspada

26 January 2026 - 22:08 WIT

Karlos Warga Yapen Belum Ditemukan saat Menyelam Malam Hari

26 January 2026 - 09:24 WIT

Ribuan Personel Meriahkan Natal Bersama Polda Papua di Auditorium Uncen

20 January 2026 - 09:39 WIT

Peringatan Keras Ketua Adat Lapago Kota Jayapura untuk TPN-OPM

19 January 2026 - 22:24 WIT

Tokoh Agama Papua: TPN-OPM, Hentikan Kekerasan terhadap Warga Sipil di Yahukimo

19 January 2026 - 15:48 WIT

Trending di PERISTIWA