Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

HEADLINE · 14 Apr 2024 19:09 WIT

Polres Nduga Sita 800-an Anak Panah hingga Sekantong Amunisi


					Penyitaan alat perang di Kenyam, Kabupaten Nduga. Foto: Polda Papua Perbesar

Penyitaan alat perang di Kenyam, Kabupaten Nduga. Foto: Polda Papua

KABARPAPUA.CO, Nduga– Polres Nduga di Provinsi Papua Pegunungan menyita 802 anak panah, 99 busur, 5 parang, 3 senapan angin, 1 pompa angin, 13 tameng rakitan, serta sekantong amunisi senapan angin.

Penyitaan barang bukti dilakukan dari dua kelompok warga yang bertikai di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. 

Penyitaan alat perang di Kenyam, Kabupaten Nduga. Foto: Polda Papua

Pertikaian kedua kelompok warga dipicu pembagian suara pada pemilihan legislatif (pileg) Februari 2024 yang dilakukan dengan sistem noken. Akibat pembagian suara tak berimbang ini, kedua kelompok massa pendukung calon legislatif (caleg) bertikai dengan menggunakan anak panah hingga senjata tajam. Pertikaian sudah terjadi sejak Februari hingga April 2024.

Kapolres Nduga, AKBP V.J. Parapaga menuturkan penyitaan barang bukti dari dua kelompok warga yang bertikai dilakukan pada Sabtu 13 April 2024. Dalam operasi ini, Polres Nduga dibantu oleh satuan TNI dan Satgas Damai Cartenz.

Penyitaan alat perang di Kenyam, Kabupaten Nduga. Foto: Polda Papua

“Pertikaian antara kedua kelompok sebenarnya telah dianggap selesai pada 6 April 2024 yang ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan dan perjanjian damai. Namun, hingga saat ini, salah satu kelompok belum menandatangani perjanjian damai tersebut,” kata Kapolres, Minggu 14 April 2024.

Penyitaan alat perang di Kenyam, Kabupaten Nduga. Foto: Polda Papua

Kapolres bilang, konflik sosial di Nduga menjadi tantangan serius bagi keamanan dan stabilitas di daerah. “Penyitaan alat perang ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik dan memulihkan perdamaian di wilayah tersebut,” jelasnya.

Hingga kini situasi di Kenyam dilaporkan aman terkendali. Polisi juga masih melakukan proses pendalaman, untuk memastikan tidak adanya luka-luka dalam kejadian tersebut. *** (Katharina)

Artikel ini telah dibaca 206 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Diduga Korupsi Penyaluran CBP, Kejati Papua Tahan Empat Mantan Pimpinan Perum Bulog

18 June 2026 - 22:45 WIT

Kejar Selama 2 Hari, Polisi Tangkap Pelaku Curas dan Penganiayaan di Keerom 

18 June 2026 - 11:27 WIT

Sambut HUT Ke-80 Bhayangkara, Polres Nabire Gelar Beberapa Turnamen

17 June 2026 - 11:10 WIT

Jenazah Pria Ditemukan Warga di Nabire

16 June 2026 - 11:51 WIT

Polresta Jayapura Kota Musnahkan 4,2 Kg Ganja Milik Tersangka WNA Papua Nugini

12 June 2026 - 23:20 WIT

Polres Kepulauan Yapen Siapkan Pengamanan Konvoi Fans Piala Dunia 2026

11 June 2026 - 20:33 WIT

Trending di PERISTIWA