KABARPAPUA.CO, Kaimana – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaimana 2027 mengalami pengurangan Rp194 miliar akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kaimana, Donald R Wakum saat sambutan peresmian rumah pastori GPI Papua Jemaat Sion Air Merah Kaimana, Rabu 28 Oktober 2026.
Sekda meminta seluruh jemaat untuk terus mendoakan Pemerintah Kabupaten Kaimana di tengah kondisi keuangan daerah yang semakin terbatas.
“Saya juga meminta kepada kita sekalian untuk berdoa bagi Pemerintah Kabupaten Kaimana. Izin Bapak Ketua, Bapak Ibu para anggota dewan yang terhormat (Ketua anggota DPRK yang juga hadir), tahun depan, anggaran APBD dikurangi sebesar Rp194 miliar,” kata Sekda.
Ia menjelaskan, penurunan anggaran tersebut cukup drastis dan terjadi hampir di seluruh wilayah daerah di Indonesia karena adanya efisiensi.
“Jadi kita punya anggaran tahun depan itu turun cukup drastis, hampir di seluruh wilayah daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini diefisiensi. Tentu efisiensi anggaran akan mempengaruhi kinerja pemerintah daerah. Termasuk bantuan-bantuan hibah kepada lembaga-lembaga keagamaan itu akan dikurangi,” jelasnya.
Meski demikian, Sekda mengajak jemaat untuk tidak kehilangan semangat dan justru semakin memperkuat iman di tengah masa-masa sulit.
“Jadi ini menjadi pergumulan bagi kita semua. Tetapi bagi kita yang percaya kepada Tuhan, walaupun masa-masa yang sukar, justru di tengah-tengah kesukaranlah iman kita semakin kuat dan tumbuh. Kita semakin bergantung kepada Tuhan,” katanya.
Dia berharap dengan adanya pengurangan anggaran ini tak mengurangi semangat gereja untuk tetap berdoa bagi pemerintah dan negara. “Semoga Tuhan memberikan hikmat, sehingga dengan keterbatasan-keterbatasan, firman Tuhan berkata, justru di dalam keadaan lemahlah kuasa Tuhan menjadi sempurna,” tambahnya.
Sekda menegaskan, informasi mengenai pengurangan anggaran tersebut disampaikan agar seluruh pihak memahami dan dapat melakukan penyesuaian terhadap arah kebijakan pembangunan ke depan.
“Ini sebagai informasi saja, bahwa tahun depan ada pengurangan atau efisiensi yang cukup besar, sehingga perlu penyesuaian-penyesuaian kita punya arah kebijakan pembangunan,” ujarnya. *** (Yosias Wambrauw)







