Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 28 Oct 2026 13:12 WIT

81 Tahun PLN: Listrik Penggerak Kehidupan untuk Kemandirian Indonesia


					ustrasi personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Momentum 81 tahun PLN menerangi negeri. Foto: PLN Perbesar

ustrasi personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Momentum 81 tahun PLN menerangi negeri. Foto: PLN

KABARPAPUA.CO, Jakarta–  Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian bangsa dan pemerataan pembangunan melalui penyediaan energi yang berkeadilan. Mengusung tema besar “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”, momentum 81 tahun ini menjadi refleksi perjalanan panjang kelistrikan nasional sekaligus penegasan arah masa depan PLN dalam menghadirkan energi yang andal, hijau, dan berdaya jangkau luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kini, di tengah dinamika pertumbuhan nasional dan tuntutan keberlanjutan global, PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan energi, melainkan memimpin akselerasi transisi energi, digitalisasi sistem kelistrikan terintegrasi, serta inovasi teknologi masa depan demi kedaulatan energi nasional.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menegaskan bahwa PLN siap menerjemahkan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menuju kedaulatan dan swasembada energi hijau secara terencana, terukur, dan berjalan selaras dengan kebutuhan bangsa.

Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Foto: PLN

“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kita. Program 100 gigawatt peak (GWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) harus kita laksanakan. Seluruh pekerjaan yang ada di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus kita tuntaskan. Bersama dengan Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia, PLN harus menerjemahkan arah tersebut ke dalam perencanaan, investasi, dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” terang Suroso pada Upacara Peringatan Hari Listrik Nasional 2026, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Selasa 27 Oktober 2026.

Di tengah perjalanan panjang PLN melayani kebutuhan listrik masyarakat, satu hal yang tidak pernah berubah yaitu setiap gangguan yang terjadi harus segera ditangani. Berbagai tantangan di lapangan harus dihadapi untuk mempercepat pemulihan, dengan tetap mengutamakan ketelitian dan keselamatan dalam setiap pekerjaan.

Keandalan listrik berpengaruh langsung pada setiap sendi kehidupan masyarakat. Bagi pedagang, listrik menopang usaha dan menjaga barang dagangan. Bagi rumah sakit, listrik mendukung pelayanan dan perawatan pasien. Bagi anak-anak, listrik menunjang kegiatan belajar, sementara bagi industri, listrik menjaga produksi tetap berjalan. Karena itu, setiap gangguan dapat berarti aktivitas yang tertunda, penghasilan yang terganggu, hingga kekhawatiran bagi masyarakat yang harus segera ditangani.

Untuk merespons kebutuhan tersebut, PLN memetakan titik gangguan berulang berdasarkan tingkat risiko, memperkuat kesiapan personel, peralatan, dan material untuk mempercepat pemulihan, serta memastikan setiap keluhan pelanggan ditindaklanjuti secara jelas dan terukur.

“Ketika keluhan atau gangguan datang, harus segera ditangani, meskipun kita sangat paham tantangan di lapangan sungguh berat. Ada petugas yang harus menyebrang untuk mencapai lokasi tugas, menghadapi medan sulit, cuaca buruk, keterbatasan peralatan atau perjalanan panjang ketika gangguan listrik terjadi. Namun PLN harus langsung menjawab kegelisahan masyarakat yang bertanya kapan listrik menyala. Saya tidak ingin perjuangan ini hanya menjadi cerita di Hari Listrik Nasional, namun menjadi perubahan nyata dalam merespons kebutuhan masyarakat,” ujar Suroso.

Suroso menjelaskan, peran listrik terus berkembang melampaui fungsi sebagai komoditas semata. Selama lebih dari delapan dekade, listrik telah menjadi _enabler_ bagi kehidupan dan pembangunan, menyentuh langsung aspek sosial dan roda perekonomian rakyat. PLN terus melangkah maju dengan semangat _PLN Empower All_, mengupayakan agar setiap energi yang disalurkan mampu membuka peluang dan memberdayakan kehidupan.

“Hasil kerja PLN terlihat pada lampu-lampu yang terus menemani anak-anak masa depan bangsa ini belajar, usaha kecil yang terus berputar melayani pembeli, industri yang berkembang pesat, ekonomi yang tumbuh baik setiap rumah yang selalu tenang dengan listrik yang terus menyala. Di sanalah pengabdian menemukan artinya,” tutup Suroso. ***(Rls)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Srikandi PLN Peduli Kesehatan Bergerak, Sasar Ibu Hamil dan Anak di Sorong

28 October 2026 - 14:43 WIT

Jamsostek Mobile dan Lapak Asik Permudah Klaim Jaminan Hari Tua

28 October 2026 - 13:34 WIT

PLN Sukses Dorong Tren ‘Electrifying Lifestyle’ di Tanah Papua

27 October 2026 - 22:31 WIT

Usung Energi untuk Semua, PLN IP UBP Holtekamp Peringati HLN ke-81

27 October 2026 - 12:15 WIT

Perkuat Konektivitas dan Rantai Pasok untuk Ketahanan Pangan Sulampua di Tengah Risiko Iklim

26 October 2026 - 20:17 WIT

Sanksi Tegas Pertamina Patra Niaga untuk SPBU Tanah Hitam Kota Jayapura

24 October 2026 - 19:10 WIT

Trending di BISNIS