KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Bincang Sagu diyakini bakal menjadi ruang kreativitas dan pengembangan potensi generasi muda di Kota Jayapura, khususnya dalam bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat menjadi narasumber pada Bincang Sagu dengan tema: Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan yang diinisiasi Forum Pemimpin Redaksi Papua (FORPAPUA) dengan kolaborasi Komunitas Colo Sagu, Polresta Jayapura Kota dan BM Coffee, Kotaraja yang digelar Minggu 25 Oktober 2026.
Rustan menyebut, generasi muda memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif, termasuk pemanfaatan teknologi digital, media sosial, dan peluang usaha.
Menurutnya, akses digital yang semakin terbuka memberikan kesempatan bagi pemuda untuk berkreasi dan mengembangkan usaha. Namun, pemanfaatannya perlu dikelola secara baik agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Ia juga menyoroti persoalan pengangguran di kalangan pemuda. Menurutnya, pemberdayaan generasi muda penting dilakukan agar mereka dapat mengembangkan kemampuan dan terlibat dalam kegiatan ekonomi yang produktif.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Jayapura memberikan ruang bagi pemuda untuk mengembangkan UMKM, salah satunya melalui usaha kopi lokal yang memiliki peluang pasar di tengah masyarakat.
Rustan menilai, kopi lokal tidak kalah nikmat dibandingkan kopi dari luar daerah. Karena itu, pemuda perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan produk, meningkatkan kreativitas, dan memperluas pasar.
Ia juga mengibaratkan kopi sebagai simbol keberagaman masyarakat yang tetap dapat bersatu meskipun memiliki perbedaan.
“Biar hitam, tetapi banyak yang suka. Kadang pahit, tetapi kadang manis. Ini adalah bentuk kebhinekaan. Kopinya boleh berbeda, tetapi tetap berpadu dalam satu cangkir atau pertemuan,” katanya.
Selain mendorong pengembangan UMKM, Rustan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jayapura turut memberikan ruang bagi pencari kerja melalui kegiatan job fair. Melalui kegiatan tersebut, pemuda dapat mendaftar dan memperoleh informasi mengenai berbagai peluang pekerjaan.
Ia berharap, kegiatan Bincang Sagu dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk meningkatkan kreativitas, mengembangkan potensi, serta memanfaatkan peluang yang tersedia, baik di bidang kewirausahaan maupun ketenagakerjaan.
“Pengembangan usaha lokal, termasuk kopi, dapat menjadi salah satu jalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka kesempatan bagi pemuda untuk berkembang. Kalau kopi ini maju, anak muda juga bakal berkembang,” tuturnya. *** (Rls)








