Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 26 Oct 2026 12:34 WIT

Peneliti INSS: Saatnya Anak Muda di Papua Jadi Motor Penggerak Pangan Lokal


					Bincang Sagu Kepemudaan di Kota Jayapura dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun. Foto: Katharina/KabarPapua.co  Perbesar

Bincang Sagu Kepemudaan di Kota Jayapura dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun. Foto: Katharina/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura–  Peneliti Intelligence and National Security Studies (INSS), Michael John Yarisetouw mengajak anak muda di Papua ikut menjaga  keutuhan Indonesia. Salah satu caranya dengan melakukan hal inovatif dan kreatif dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks. 

Dirinya mengingatkan juga kepada pemuda di Papua bahwa informasi yang belum terverifikasi, hoaks, clickbait, maupun ujaran kebencian kerap digunakan untuk memecah belah bangsa.  

“Sehingga, anak muda di Papua harus memperkuat persatuan bangsa dengan memegang teguh nilai kejujuran, keberanian, dan kesetiaan,” katanya dalam Bincang Sagu yang berlangsung di BM Coffee Kotaraja Kota Jayapura, pada Minggu 25 Oktober 2026.

Bincang Sagu yang mengangkat tema: Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan, selaras dengan  Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang mengangkat tema nasional Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia. 

Dalam Bincang Sagi tersebut juga menghadirkan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Macklarimboen hingga Ferdinan Mayer, pelaku UMKM di Kota Jayapura. 

Michael bilang, semangat perubahan lewat gagasan kreatif bisa dilakukan dengan mengembangkan potensi lokal daerah, misalnya Sagu sebagai panganan lokal hingga kopi Papua yang memiliki cita rasa berbeda dibandingkan dengan kopi lainnya.

“Saatnya anak muda di Papua menjadi motor penggerak ketahanan pangan lokal,” katanya.

Michael yang juga sebagai Co-Founder Colo Sagu juga mengajak anak muda di Tanah Papua menggunakan tangan dan jari untuk melakukan hal yang lebih positif, misalnya berkebun, menanam tomat hingga membuat racikan dari Kopi Papua. 

“Jangan gunakan jari tanganmu (pemuda) untuk menyebar hoaks di ruang digital atau menyebar kebencian lain. Gunakanlah lebih bermakna dan produktif, misalnya menghijaukan hutan, berkebun hingga melakukan hal yang dapat mendorong perekonomian pangan lokal,” katanya.

Mengakhiri diskusnya, dirinya mengutip pesan Presiden Prabowo saat Sumpah Pemuda 2025 yang menyebutkan selama masih ada anak muda Indonesia yang jujur, yang berani, dan setia, maka Indonesia tak akan kalah. “Maka, sa (saya) mengajak pemuda di Papua menjaga  Indonesia dengan berkarya dan menjaga jari di sosmed untuk hal negatif.” *** (Katharina)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kombes Fredrickus Ajak Pemuda Papua Inovatif Garap Potensi Lokal

26 October 2026 - 00:26 WIT

Jejak Ferdinan Mayer, Bawa Semangat Anak Muda Papua Lewat Biji Kopi

25 October 2026 - 23:46 WIT

Makan Puji+ Jadi Panggung Apresiasi Karya Pemuda Papua

24 October 2026 - 19:34 WIT

Kala Kompetisi Manual Brew Tarung Ti3a Regional Papua Menyatukan Keberagaman

24 October 2026 - 18:58 WIT

Warna, Jiwa, dan Ketegaran Perempuan Papua di Ujung Goresan Jeane Marien

23 October 2026 - 22:38 WIT

Seruan Damai MRP: Bersatu Jaga Tanah Papua tetap Kondusif

20 October 2026 - 18:06 WIT

Trending di RAGAM