Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 26 Oct 2026 00:26 WIT

Kombes Fredrickus Ajak Pemuda Papua Inovatif Garap Potensi Lokal


					Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Macklarimboen saat Diskusi Sagu yang mengangkat tema Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan yang digelar di BM Coffee Kotaraja, Kota Jayapura. Foto: Katharina/KabarPapua.co  Perbesar

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Macklarimboen saat Diskusi Sagu yang mengangkat tema Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan yang digelar di BM Coffee Kotaraja, Kota Jayapura. Foto: Katharina/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Potensi alam dan kekayaan lokal Papua menyimpan kekuatan besar yang belum tergarap secara optimal. Di tengah tingginya minat generasi muda terhadap pekerjaan formal, seruan penting menggema untuk mengubah orientasi berpikir pemuda Papua agar melirik sektor pangan lokal dan pariwisata.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Macklarimboen, secara tegas mengajak generasi muda untuk menjadikan komoditas andalan seperti kopi dan sagu, serta sektor pariwisata, sebagai peluang usaha strategis. Ajakan ini disampaikannya dalam kegiatan Bincang Sagu di BM Coffee, Kotaraja, Minggu 25 Oktober 2026 yang mengangkat tema: Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan.

Menurut Fredrickus, sudah saatnya pemuda Papua melepaskan ketergantungan mental pada orientasi kerja formal semata, seperti menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, maupun Polri.

“Harapannya, pemuda tidak terlalu fokus pada hal-hal yang terlalu formal untuk menjadi TNI, Polri, dan ASN. Masih banyak potensi lain yang bisa dikembangkan,” ujar Fredrickus.

Menggali Peluang dari Kekayaan Lokal

Sagu dan kopi merupakan identitas sekaligus warisan budaya yang lekat dengan kehidupan masyarakat Papua. Namun,pemanfaatannya selama ini dinilai masih tradisional dan belum dioptimalkan secara kreatif.

Fredrickus mengibaratkan filosofi kopi yang fleksibel dan menembus batas generasi. Kopi dapat diolah menjadi berbagai macam varian produk bernilai jual tinggi yang disukai pasar modern. Hal serupa juga berlaku bagi sagu, di mana nilai dan fungsi historisnya perlu diangkat kembali menjadi komoditas ekonomi yang berdaya saing.

Ia menekankan agar kegiatan diskusi tidak berhenti pada wacana semata, melainkan memicu gerakan nyata. Generasi muda diharapkan mampu menggali manfaat tumbuhan lokal Papua ini dari sisi ekonomi, budaya, hingga kehidupan sosial melalui sentuhan kreativitas dan inovasi.

Menangkap Peluang yang Belum Optimal

Diskusi Sagu yang mengangkat tema Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan yang digelar di BM Coffee Kotaraja, Kota Jayapura. Foto: Katharina/KabarPapua.co

Selain sektor pangan, potensi pariwisata Kota Jayapura juga menjadi sorotan utama. Selama ini, arus kunjungan wisatawan yang datang ke Jayapura kerap langsung melanjutkan perjalanan ke kawasan Sentani, sehingga dampaknya bagi pelaku usaha lokal di kota belum terserap maksimal.

Kondisi ini seharusnya dibaca oleh anak muda Papua sebagai peluang emas. Dengan kreativitas, pemuda dapat mengembangkan berbagai layanan, hingga produk pendukung pariwisata yang mampu menahan wisatawan lebih lama dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Pengembangan sektor pariwisata dan pangan lokal tentu tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi. Di era digital saat ini, ruang maya memberikan kebebasan tanpa batas bagi penyebaran informasi.

Namun, Fredrickus mengingatkan pentingnya literasi digital yang memadai bagi generasi muda. Informasi negatif di media sosial dapat dengan cepat membentuk opini publik yang keliru jika tidak disikapi secara kritis. Oleh karena itu,kecakapan digital harus berjalan seiring dengan kreativitas bisnis, agar anak muda Papua tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku utama yang cerdas di ruang digital.***(Rls/Katharina)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jejak Ferdinan Mayer, Bawa Semangat Anak Muda Papua Lewat Biji Kopi

25 October 2026 - 23:46 WIT

Makan Puji+ Jadi Panggung Apresiasi Karya Pemuda Papua

24 October 2026 - 19:34 WIT

Kala Kompetisi Manual Brew Tarung Ti3a Regional Papua Menyatukan Keberagaman

24 October 2026 - 18:58 WIT

Warna, Jiwa, dan Ketegaran Perempuan Papua di Ujung Goresan Jeane Marien

23 October 2026 - 22:38 WIT

Seruan Damai MRP: Bersatu Jaga Tanah Papua tetap Kondusif

20 October 2026 - 18:06 WIT

Yapen Freedive Dorong Promosi Wisata Bahari Kampung Sarawandori

11 October 2026 - 15:26 WIT

Trending di RAGAM