Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PUBLIK · 20 Oct 2026 17:29 WIT

Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, Pemkab Lanny Jaya Perkuat Muatan Lokal Sejak Dini


					Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom. Foto: Katharina/KabarPapua.co Perbesar

Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom. Foto: Katharina/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura–  Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berkomitmen menjaga kelestarian bahasa daerah dari ancaman kepunahan. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penguatan kurikulum Muatan Lokal (Mulok) bahasa daerah yang diterapkan sejak tingkat pendidikan dasar.  

Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom menegaskan bahasa daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas dan karakter budaya masyarakat Papua. Dari lebih dari 400 bahasa daerah yang tersebar di Tanah Papua, sebagian di antaranya berada dalam kondisi mengkhawatirkan akibat makin tergerusnya penggunaan bahasa ibu oleh generasi muda.  

​”Penggunaan bahasa ibu oleh anak-anak saat ini sudah semakin berkurang, bahkan tidak sedikit yang mulai asing dengan bahasa daerahnya sendiri. Karena itu, momentum ini harus menjadi kebangkitan bersama untuk membentengi kekayaan budaya kita,” katanya, ditemui wartawan di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Senin 19 Oktober 2026.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Lanny Jaya menginstruksikan Dinas Pendidikan setempat untuk memperkuat pengajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah, khususnya pada jenjang awal seperti kelas 1 hingga 3 Sekolah Dasar (SD). Bahasa daerah tidak hanya diajarkan sebagai mata pelajaran muatan lokal, tetapi juga difungsikan sebagai bahasa pengantar untuk mempermudah pemahaman siswa dalam proses belajar-mengajar.  

“Tingkat penggunaan bahasa daerah di Kabupaten Lanny Jaya diperkirakan sekitar 50 persen. Meskipun di kawasan perkotaan penggunaannya cenderung menurun, masyarakat di wilayah pedesaan dan perkampungan masih konsisten menuturkan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.  

Pemkab Lanny Jaya berharap sinergi antara sekolah dan peran orang tua di rumah dapat membangkitkan kembali kebanggaan generasi muda dalam menuturkan bahasa daerah. *** (Katharina)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Keluarga Pasien Kecewa, Direktur RSUD Nabire akan Lakukan Audit

11 October 2026 - 18:58 WIT

Prajurit Yonif TP 909 KRP Kenalkan Kehidupan TNI kepada Anak-anak TK Pertiwi IV Serui

6 October 2026 - 16:31 WIT

Program MBG Dinilai Berdampak Positif bagi Siswa SMA Negeri 2 Serui

29 September 2026 - 20:48 WIT

Mafindo Jayapura Bekali Guru dengan Keterampilan Memanfaatkan AI dalam Pembelajaran

25 September 2026 - 08:10 WIT

Kelas Kecerdasan Artifisial, Guru Paham AI dan Cegah Kejahatan Digital

24 September 2026 - 18:45 WIT

Dorong Nilai Tambah Produk Lokal, Tim Ekspedisi Muting UGM Gelar Pelatihan Hilirisasi Pertanian

24 September 2026 - 13:06 WIT

Trending di KABAR PAPUA SELATAN