KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berkomitmen menjaga kelestarian bahasa daerah dari ancaman kepunahan. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penguatan kurikulum Muatan Lokal (Mulok) bahasa daerah yang diterapkan sejak tingkat pendidikan dasar.
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom menegaskan bahasa daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas dan karakter budaya masyarakat Papua. Dari lebih dari 400 bahasa daerah yang tersebar di Tanah Papua, sebagian di antaranya berada dalam kondisi mengkhawatirkan akibat makin tergerusnya penggunaan bahasa ibu oleh generasi muda.
”Penggunaan bahasa ibu oleh anak-anak saat ini sudah semakin berkurang, bahkan tidak sedikit yang mulai asing dengan bahasa daerahnya sendiri. Karena itu, momentum ini harus menjadi kebangkitan bersama untuk membentengi kekayaan budaya kita,” katanya, ditemui wartawan di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Senin 19 Oktober 2026.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Lanny Jaya menginstruksikan Dinas Pendidikan setempat untuk memperkuat pengajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah, khususnya pada jenjang awal seperti kelas 1 hingga 3 Sekolah Dasar (SD). Bahasa daerah tidak hanya diajarkan sebagai mata pelajaran muatan lokal, tetapi juga difungsikan sebagai bahasa pengantar untuk mempermudah pemahaman siswa dalam proses belajar-mengajar.
“Tingkat penggunaan bahasa daerah di Kabupaten Lanny Jaya diperkirakan sekitar 50 persen. Meskipun di kawasan perkotaan penggunaannya cenderung menurun, masyarakat di wilayah pedesaan dan perkampungan masih konsisten menuturkan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Pemkab Lanny Jaya berharap sinergi antara sekolah dan peran orang tua di rumah dapat membangkitkan kembali kebanggaan generasi muda dalam menuturkan bahasa daerah. *** (Katharina)








