KABARPAPUA.CO, Serui – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Kabupaten Kepulauan Yapen berkoordinasi dengan Balai Benih Provinsi Papua untuk memastikan ketersediaan bibit padi sawah dan padi ladang bagi petani lokal.
Langkah ini dilakukan menyusul aspirasi Kelompok Tani Pandaryom di Kampung Sawenui, Distrik Raimbawi, yang berharap adanya dukungan pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Jeffry Max Boy Manderi, melalui pesan WhatsApp mengatakan, hingga saat ini bibit padi yang dibutuhkan petani belum tersedia.
Karena itu, kata Jeffry, pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Benih Provinsi Papua untuk mengetahui ketersediaan bibit padi sawah maupun padi ladang.
“Untuk saat ini, bibit padi belum tersedia. Kami sedang berkoordinasi dengan Balai Benih Provinsi Papua terkait ketersediaan bibit padi sawah maupun padi ladang,” ujar Jeffry, Rabu, 14 Oktober 2026.
Jeffry menjelaskan, koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menindaklanjuti kebutuhan petani.
“Selain itu, kami juga akan berkonsultasi dengan Kementerian Pertanian terkait kemungkinan dukungan penyediaan bibit padi,” terang Jeffry.
Sebelumnya, Marthen Siburi dari Kelompok Tani Pandaryom berharap pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian di Kampung Sawenui, terutama melalui penyediaan bibit padi, sarana produksi pertanian, pendampingan bagi petani, serta perbaikan akses jalan menuju kampung tersebut.
Menurut Marthen, ketersediaan bibit dan lahan yang memadai menjadi faktor penting untuk meningkatkan produksi pertanian masyarakat.
Sebab sengan hasil panen yang lebih baik, kata Marthen, petani tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Kalau bibit dan lahan semakin tersedia, kami berharap hasil panen ke depan bisa lebih banyak dan bukan hanya untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Marthen.
Dukungan terhadap kebutuhan petani tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha tani di Kepulauan Yapen.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi salah satu langkah penting untuk mengupayakan ketersediaan bibit serta sarana pendukung pertanian sesuai kebutuhan masyarakat. ***(Ainun Faathirjal)








