Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PUBLIK · 11 Oct 2026 18:58 WIT

Keluarga Pasien Kecewa, Direktur RSUD Nabire akan Lakukan Audit


					Ilustrasi orang sakit dirawat. (Foto dok: shutterstock) Perbesar

Ilustrasi orang sakit dirawat. (Foto dok: shutterstock)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Nabire, setelah sang anak bernama Rafa, yang tengah berjuang melawan sakit di rumah sakit, akhirnya meninggal dunia.

Di tengah kesedihan itu, sang ibu bernama Rahma menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan dan penanganan medis yang diterima anaknya selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Rahma, anaknya masuk instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit, Kamis, 8 Oktober 2026. “Dari keterangan dokter IGD, penanganan sudah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), pemasangan infus dan oksigen, meskipun belum bisa diajak komunikasi,” katanya.

Namun Rahma mengungkapkan, dirinya merasa penanganan medis terhadap kondisi anaknya tidak sesuai dengan harapan. “Anak saya pasien rujukan dari klinik di SP3 Nabire, memang sudah tak sadar karena kejang saat tiba di rumah sakit,” katanya.

“Harapan saya, supaya ketika di rumah sakit bisa ditangani baik. Tapi sampai disana (rumah sakit), yang tangani hanya dokter umum. Saya maunya dokter spesialis anak yang lihat langsung, tapi sampai meninggal belum juga diperiksa lanjutan dokter spesialis anak,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Nabire, Sukatemin, S.Kep., Ns., M.Kep, saat dihubungi lewat telepon selulernya, Minggu, 11 Oktober 2026 mengaku, akan melakukan audit untuk menelusuri kronologi, serta proses pelayanan medis yang telah diberikan kepada pasien.

Sukatemin mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap keluhan keluarga, sekaligus upaya memastikan apakah penanganan yang diberikan telah berjalan sesuai prosedur dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

“Saya sudah melakukan koordinasi untuk klarifikasi terhadap kasus ini. Saya sudah menginstruksikan untuk investigasi dan audit SOP, tatalaksana, dan penatalaksanaan awal, mulai dari Triase hingga tata laksana oleh dokter spesialis,” jelas Sukatemin. ***(Agies Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Prajurit Yonif TP 909 KRP Kenalkan Kehidupan TNI kepada Anak-anak TK Pertiwi IV Serui

6 October 2026 - 16:31 WIT

Program MBG Dinilai Berdampak Positif bagi Siswa SMA Negeri 2 Serui

29 September 2026 - 20:48 WIT

Mafindo Jayapura Bekali Guru dengan Keterampilan Memanfaatkan AI dalam Pembelajaran

25 September 2026 - 08:10 WIT

Kelas Kecerdasan Artifisial, Guru Paham AI dan Cegah Kejahatan Digital

24 September 2026 - 18:45 WIT

Dorong Nilai Tambah Produk Lokal, Tim Ekspedisi Muting UGM Gelar Pelatihan Hilirisasi Pertanian

24 September 2026 - 13:06 WIT

RSUP Jayapura dan RSJPD Harapan Kita Perkuat Tata Kelola Tujuh RSUD Papua Pegunungan

22 September 2026 - 09:36 WIT

Trending di PUBLIK