Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PUBLIK · 7 Aug 2026 18:00 WIT

Wakil Kepala BGN dan Wamendagri Tinjau Penanganan Pasien Keracunan MBG di RSUP Jayapura


					Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn.) Trenggono bersama Wamendagri Ribka Haluk tinjau penanganan pasien dugaan keracunan MBG di RSUP Jayapura. (Foto dok: Humas RSUP Jayapura-Narda Sinambela)
Perbesar

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn.) Trenggono bersama Wamendagri Ribka Haluk tinjau penanganan pasien dugaan keracunan MBG di RSUP Jayapura. (Foto dok: Humas RSUP Jayapura-Narda Sinambela)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn.) Trenggono bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meninjau penanganan pasien dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUP Jayapura, Jumat, 7 Agustus 2026.

Dalam siaran pers Hubungan Masyarakat (Humas) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura kepada media, dikatakan kunjungan ini juga didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal sekaligus memantau perkembangan kondisi pasien yang masih menjalani perawatan.

Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional (PKLO) RSUP Jayapura, dr. Antonius Oktavian Ibo Ilambra, C.N.F., M.Kes., menjelaskan, RSUP Jayapura bergerak cepat menyiapkan pelayanan setelah menerima informasi adanya rujukan pasien dari Kabupaten Jayapura.

Sejak awal, kata Antonius, RSUP Jayapura telah berkomunikasi dengan puskesmas dan dinas kesehatan untuk memastikan kesiapan layanan. Sebanyak 22 pasien sempat dirujuk ke RSUP Jayapura, terdiri atas satu pasien dewasa yang telah diperbolehkan pulang dan 21 pasien anak yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami berkomunikasi langsung dengan puskesmas dan dinas kesehatan, serta mempersiapkan pelayanan bagi pasien yang dirujuk. Dari total pasien yang datang, sebanyak 21 pasien anak menjalani rawat inap di RSUP Jayapura,” kata Antonius saat menerima kunjungan Wakil Kepala BGN dan Wamendagri di RSUP Jayapura, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi pasien secara umum menunjukkan perkembangan yang baik. Sebagian pasien telah dinyatakan pulih dan dipulangkan, sementara pasien lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya benar-benar stabil sebelum kembali ke rumah.

“Hari ini delapan pasien dipulangkan dan beberapa pasien lainnya juga akan dipulangkan karena kondisinya sudah sehat. Kami berharap seluruh pasien yang masih menjalani observasi dapat segera kembali ke rumah apabila kondisinya tetap stabil,” ujarnya.

Ia menjelaskan gejala yang dialami pasien umumnya berupa diare dan muntah dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Berdasarkan hasil triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien berada pada kategori hijau dan kuning, tanpa ditemukan pasien dengan kondisi gawat atau kategori merah.

Terkait penyebab kejadian, Antonius menegaskan, RSUP Jayapura berfokus pada pelayanan medis kepada pasien. Sementara itu, pemeriksaan terhadap sampel makanan dilakukan oleh instansi yang berwenang.

“Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Untuk pemeriksaan sampel makanan dilakukan oleh instansi yang berwenang, termasuk Balai POM, dan kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait,” jelas Antonius.

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn.) Trenggono bersama Wamendagri Ribka Haluk tinjau penanganan pasien dugaan keracunan MBG di RSUP Jayapura. (Foto dok: Humas RSUP Jayapura-Narda Sinambela)

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn.) Trenggono menyampaikan, secara umum kondisi para pasien terus membaik. Menurutnya, pasien yang masih menjalani perawatan di RSUP Jayapura bukan karena kondisi akibat dugaan keracunan yang memburuk, melainkan untuk menjalani observasi karena memiliki penyakit penyerta, seperti malaria.

“Dokter menyampaikan bahwa pasien sebenarnya sudah sembuh dari keluhan yang dialami. Namun, beberapa masih menjalani observasi karena memiliki penyakit komorbid sehingga perlu dipastikan seluruh kondisi kesehatannya pulih sebelum dipulangkan,” ujar Trenggono.

Ia menambahkan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, pengawasan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan semakin baik.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, perbaikan tata kelola dan pengawasan akan terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait,” katanya.

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan, serta sinergi seluruh unsur pemerintah dalam menangani kejadian tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Jayapura yang dengan cepat membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan. Kami juga mengapresiasi kerja sama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang bergerak cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal,” ujar Ribka.

Ia menambahkan berdasarkan hasil peninjauan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, sebagian besar pasien telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor berjalan dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hingga Jumat, 7 Agustus 2026, RSUP Jayapura merawat 21 pasien anak berusia 2 hingga 15 tahun akibat dugaan keracunan pangan. Sebagian pasien telah dipulangkan setelah dinyatakan membaik, sedangkan pasien lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya benar-benar pulih. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

RSUP Jayapura Berikan Penanganan Medis kepada Delapan Pasien Asal Distrik Depapre

5 August 2026 - 13:02 WIT

Imigrasi Jayapura Catat 2.032 Paspor, PNBP Capai Rp3,28 Miliar

21 July 2026 - 20:56 WIT

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kodaeral X Tanam Kedelai 20 Hektare di Keerom

17 July 2026 - 20:42 WIT

‘BPJS Menyapa’ di RSUD Jayapura: Pasien Apresiasi Layanan Gratis

15 July 2026 - 23:12 WIT

RSUP Jayapura dan RSCM Perkuat Layanan KIA di Papua

24 June 2026 - 10:47 WIT

Terkait Surat Izin Pemalangan, RSUP Jayapura Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

17 June 2026 - 19:19 WIT

Trending di PUBLIK