KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Ketersediaan beras di wilayah Papua dipastikan dalam kondisi aman menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Perum Bulog Kantor Wilayah Papua memastikan stok beras yang tersedia saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari menyampaikan, saat ini total cadangan beras yang dimiliki Bulog Papua mencapai sekitar 32.365 ton.
“Jumlah itu terdiri stok yang tersimpan di gudang sekitar 19.993 ton dan pasokan yang masih dalam proses pengiriman sebanyak 12.371 ton,” katanya saat ditemui di Kota Jayapura, Kamis, 23 Juli 2026.
Ahmad juga mengatakan, jumlah stok itu menjadi bagian dari langkah strategis Bulog dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya menjelang momentum nasional seperti perayaan HUT Kemerdekaan RI yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat.
Ahmad memastikan, masyarakat Papua tak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Proses pengadaan dan distribusi terus berjalan secara berkelanjutan, guna memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi di seluruh wilayah kerja Bulog Papua.
“Pada prinsipnya ketersediaan beras untuk wilayah Papua aman. Stok ini cukup memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar tiga bulan ke depan, dan proses pemasukan beras terus berjalan,” terangnya.
Ahmad menambahkan, pasokan beras yang masuk ke Papua didatangkan dari sejumlah daerah sentra produksi pangan di Indonesia, seperti Sulawesi, Jawa Timur, dan Daerah Khusus Jakarta (DKI).
Menurut Ahmad, kesiapan stok pangan menjadi perhatian utama karena beras merupakan komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.
“Dengan kondisi stok yang tersedia saat ini, kami optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Papua, terutama dalam menghadapi berbagai momentum penting nasional,” paparnya. ***(Imelda)


















