KABARPAPUA.CO, Serui – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kabupaten Kepulauan Yapen mengimbau masyarakat tak mengaitkan kasus penemuan mayat di kawasan Jalan Hang Tuah, Bukit Toraja, Serui, 7 September 2026 lalu, dengan gangguan pelayanan air minum.
“Perumdam menegaskan kedua peristiwa tersebut tidak memiliki keterkaitan. Penemuan mayat tersebut tak berkaitan dengan gangguan pelayanan air minum di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen,” kata Direktur Perumdam Kabupaten Kepulauan Yapen, Yosias Ambokar, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Yosias, kasus penemuan mayat tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi atau isu yang mengaitkan kasus tersebut dengan pemadaman air.
“Terkait dengan penemuan mayat yang terjadi pada 7 September di Jalan Hang Tuah, Bukit Toraja, tidak ada kaitannya dengan pemadaman air minum di Kabupaten Kepulauan Yapen. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Yosias.

Ia membenarkan, bahwa jenazah yang ditemukan diketahui berasal dari Kampung Yapan, Distrik Anotaurei. “Namun asal korban tak memiliki hubungan dengan gangguan distribusi air minum yang terjadi di wilayah tersebut,” katanya.
Yosias menjelaskan, gangguan atau pemadaman aliran air dapat terjadi akibat sejumlah faktor teknis. Salah satunya adalah pergantian aliran berdasarkan jadwal pelayanan. Selain itu, kondisi cuaca juga memengaruhi kelancaran distribusi air, terutama ketika terjadi hujan deras yang berpotensi menyebabkan banjir dan mengganggu sistem pelayanan.
“Kalau air padam, masyarakat tidak perlu mengaitkannya dengan kasus penemuan mayat. Pemadaman dapat terjadi karena pergantian aliran sesuai jadwal atau faktor cuaca, seperti hujan deras yang dapat menyebabkan banjir,” jelasnya.
Yosias kembali mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menjadikan sumber resmi Perumdam Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai rujukan terkait gangguan maupun pelayanan air minum.
Yosias berharap masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen dapat memperoleh informasi yang benar, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. ***(Ainun Faathirjal)




















