Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 26 Jun 2026 21:15 WIT

Bupati Jayawijaya Luncuran Noken Cenderawasih


					Peluncuran Noken Cenderawasih Wilayah Bomta oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip. (Foto dok: Kominfo Jayawijaya)
Perbesar

Peluncuran Noken Cenderawasih Wilayah Bomta oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip. (Foto dok: Kominfo Jayawijaya)

KABARPAPUA.CO, Wamena – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip bersama Asisten Deputi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia (RI), Adi Trisnojuwono, menghadiri dan luncuran Noken Cenderawasih.

Dalam kegiatan ini, keduanya sekaligus meninjau pameran produk-produk UMKM binaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jayawijaya di Kampung Taganek, Distrik Yalengga, Kabupaten Jayawijaya, Rabu, 24 Juni 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya Idawati Waromi Murip, sejumlah staf dari Kementerian UMKM RI, para Kepala OPD Kabupaten Jayawijaya, tokoh masyarakat, mama-mama perajin noken, serta masyarakat dari wilayah Bomta.

Dalam penjelasannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan, Noken Cenderawasih telah ditetapkan sebagai identitas budaya masyarakat Suku Lani yang mendiami sembilan distrik di wilayah Bomta, yakni Distrik Wamena, Distrik Asologaima, Distrik Piramid, Distrik Yalengga, Distrik Kurulu, Distrik Bolakme, Distrik Muliama, Distrik Tagime, dan Distrik Tagineri.

Menurut Atenius, peluncuran Noken Cenderawasih merupakan langkah penting dalam melindungi sekaligus mengembangkan kekayaan intelektual masyarakat adat yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.

“Hari ini kita menetapkan Noken Cenderawasih sebagai identitas masyarakat Lani di sembilan distrik wilayah Bomta. Ini adalah kekayaan intelektual masyarakat Kabupaten Jayawijaya yang harus kita jaga, kembangkan, dan manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Atenius.

Atenius menjelaskan, pemerintah daerah bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Hukum tengah mendorong perlindungan hukum melalui hak paten dan hak kekayaan intelektual terhadap Noken Cenderawasih.

“Hak tersebut nantinya akan dikelola oleh organisasi atau ikatan masyarakat setempat sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat adat,” ujarnya.

Atenius juga memberikan apresiasi tinggi kepada para peneliti, tokoh adat, serta para mama perajin yang selama ini menjaga dan mengembangkan kerajinan noken dan topi bermotif Cenderawasih. “Saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mama-mama yang telah merajut noken dan topi ini,” katanya.

Harapannya, kata Atenius, produk-produk ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat membantu kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak-anak dari SD hingga perguruan tinggi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Panen ubi bersama Bupati Jayawijaya Atenius Murip dan perwakilan Kementrian UMKM, serta Ketua Dekranasda Jayawijaya.
(Foto dok: Kominfo Jayawijaya)

Dorong UMKM dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Masyarakat

Atenius menegaskan, Pemkab Jayawijaya memiliki kewajiban untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM di setiap distrik melalui berbagai inovasi ekonomi berbasis budaya lokal.

Untuk itu, Atenius mengingatkan, bahwa sebelumnya pemerintah daerah telah menetapkan Noken Pelangi sebagai identitas budaya masyarakat Suku Walak.

Menurut Atenius, baik Noken Cenderawasih maupun Noken Pelangi memiliki karakteristik dan motif yang berbeda, namun sama-sama menjadi simbol budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Kalau masyarakat Walak memiliki Noken Pelangi, maka masyarakat Lani memiliki Noken Cenderawasih. Perbedaannya ada pada motif, tetapi tujuan kita sama, yaitu menjadikan budaya sebagai sumber kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Atenius berharap keberadaan Noken Cenderawasih dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui pengembangan berbagai produk kreatif seperti tas, topi, sepatu, dan berbagai kerajinan lainnya yang mengangkat motif khas Cenderawasih.

“Kita tak boleh berjalan di tempat. Harus ada inovasi baru, menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan demikian Jayawijaya akan semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Atenius juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian UMKM RI yang telah memberikan dukungan melalui kehadiran perwakilan kementerian dalam peluncuran Noken Cenderawasih.

“Saya berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat dalam pengembangan UMKM berbasis budaya lokal di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.

Selain peluncuran Noken Cenderawasih dan pameran UMKM, juga penanaman pohon kopi dan penghijauan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. (Foto dok: Kominfo Jayawijaya)

Selain peluncuran Noken Cenderawasih dan pameran UMKM, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon kopi dan penghijauan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pengembangan komoditas unggulan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Jayawijaya.

Peluncuran Noken Cenderawasih menjadi momentum penting bagi masyarakat Lani di wilayah Bomta untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi melalui pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Pada kesempatan itu, Atenius bersama Kementerian UMKM dan Ketua Deskranasa yang sekaligus Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengikuti penanaman pohon dan setelah itu melakukan panen ubi bersama. ***(Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Bakar Semangat Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan, Bupati Jayawijaya: Jaga Kekompakan

23 June 2026 - 16:11 WIT

Berhasil Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Jayawijaya Raih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

23 June 2026 - 09:40 WIT

Empat Pelaku Perusakan Videotron Pemkab Jayawijaya Ditangkap Polisi

19 June 2026 - 22:08 WIT

Bupati Jayawijaya Ajak GSJA Perkuat Sinergi Bangun Papua Pegunungan

19 June 2026 - 10:04 WIT

Bupati Jayawijaya Serahkan Bantuan Rp200 Juta untuk Pesparawi Papua Pegunungan

17 June 2026 - 12:34 WIT

Pimpin Apel ASN, Bupati Jayawijaya Tegaskan Disiplin dan Peningkatan Kualitas Layanan

15 June 2026 - 21:06 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA