Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 9 Aug 2026 22:01 WIT

Semarak Keberagaman Bakal Warnai Karnaval Budaya Nusantara di Wamena


					Kepala bidang Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kabupaten Jayawijaya, Naftali Rumbiak. Foto:Kominfo Jayawijaya Perbesar

Kepala bidang Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kabupaten Jayawijaya, Naftali Rumbiak. Foto:Kominfo Jayawijaya

KABARPAPUA.CO, Wamena– Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memastikan pelaksanaan Karnaval Budaya Nusantara akan digelar pada Senin, 10 Agustus 2026. Sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk pengaturan rute, peserta, waktu pelaksanaan hingga strategi pengamanan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan massa.

Kepala bidang Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kabupaten Jayawijaya, Naftali Rumbiak menyampaikan rute karnaval tahun ini tidak mengalami perubahan, dari rencana awal. 

Untuk rute pelajar TK dimulai dari depan Kantor Bupati dan berakhir di Kantor DPR. Kemudian SD dari Kantor Bupati menuju ke Jalan Trikora, naik melalui Jalan Bhayangkara danberakhir di belakang Tugu Salib.

Peserta karnaval berasal dari pelajar tingkat SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, paguyuban hingga organisasi perangkat daerah (OPD) akan menempuh rute yang lebih panjang yakni dimulai dari Kantor Bupati menuju Jalan Trikora, kemudian melalui Jalan Irian, Jalan Sudirman dan berakhir di Tugu Salib.

Untuk tingkat TK/PAUD, jarak yang ditempuh sekitar 600 meter. Peserta SD menempuh sekitar 1,8 kilometer, sedangkan peserta SMP hingga OPD dan paguyuban menempuh sekitar 2,8 kilometer. “Perbedaan jarak ini agar proses penguraian massa di titik akhir dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Terdapat 18 sekolah tingkat TK/PAUD, 18 sekolah tingkat SD, 16 SMP, 16 SMA/SMK, tiga perguruan tinggi, delapan paguyuban serta sejumlah OPD yang telah mendaftarkan diri. Jumlah tersebut masih dapat bertambah apabila terdapat peserta yang membawa kelompok drum band.

Tahun ini, peserta diarahkan untuk menampilkan keberagaman budaya melalui atribut dan pakaian adat masing-masing daerah dengan melibatkan setiap sekolah 30 siswa yang didampingi gurunya.

Naftali mengatakan, berdasarkan pengalaman pelaksanaan sebelumnya, pengamanan dari aparat TNI dan Polri akan ditempatkan pada sejumlah titik, baik pengamanan terbuka maupun tertutup.

Selain itu, setelah peserta mencapai garis finish, setiap sekolah, kelompok, paguyuban maupun OPD diharapkan segera mengarahkan anggotanya untuk kembali ke tempat masing-masing. . *** (Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pasca Penembakan, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan

8 August 2026 - 21:51 WIT

Wamenpar Sebut Festival Budaya Lembah Baliem Harus Berdampak pada UMKM dan Sektor Lokal

7 August 2026 - 23:48 WIT

Wamen Pariwisata RI: Potensi Wisata Jayawijaya Sangat Besar

6 August 2026 - 20:02 WIT

Bupati Jayawijaya Optimis FBLB Ke-34 Tahun 2026 Tingkatkan Pariwisata dan Ekonomi Daerah

6 August 2026 - 18:01 WIT

Bupati Jayawijaya Rangkul Tokoh Masyarakat Demi Pembangunan Daerah

28 July 2026 - 18:12 WIT

Bupati Jayawijaya Bersama Bobon Santoso Masak Bersama Warga dalam Kuali Merah Putih

27 July 2026 - 23:06 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA