Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 8 Aug 2026 21:51 WIT

Pasca Penembakan, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan


					Lapangan Waelsi, lokasi melaksanakan Festival Budaya Lembah Baliem. Foto: ist Perbesar

Lapangan Waelsi, lokasi melaksanakan Festival Budaya Lembah Baliem. Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Wamena– Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya di Provinsi, Papua Pegunungan terpaksa dihentikan pada hari kedua pelaksanaan pada Sabtu 8 Agustus 2026, pasca penembakan di lokasi kegiatan.

Penembakan terjadi sekitar pukul 12.45 WIT yang menyebabkan dua warga sipil mengalami luka tembak. 

Informasi yang dihimpun, aksi penembakan diduga berasal dari arah Kali Uwe. Aparat keamanan kemudian memberikan perlindungan kepada pengunjung dengan mengarahkan pengunjung  berlindung di area tribun.

Dua korban luka tembak sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Welesi. Selanjutnya, kedua korban dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Lapangan Waelsi, lokasi melaksanakan Festival Budaya Lembah Baliem. Foto: ist

Sementara itu, pengunjung lainnya secara bertahap dievakuasi keluar dari lokasi pelaksanaan FBLB menuju Kantor Bupati Jayawijaya guna memastikan keselamatan warga.

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara membenarkan penembakan yang menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil.

“Aksi penembakan terjadi dari arah depan gapura pintu masuk kawasan festival. Aparat gabungan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Kami telah melakukan penyisiran bersama dengan TNI, termasuk satuan tugas lainnya dibantu juga dari ODC. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di lokasi,” ujarnya.

Kapolres memastikan situasi di sekitar lokasi dalam kondisi kondusif. Namun, demi keselamatan masyarakat dan pengunjung, pihak kepolisian menyarankan agar pelaksanaan FBLB dihentikan. 

“Kami menyarankan kepada  bupati untuk menghentikan festival ini. Penghentian dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya insiden lanjutan, sekaligus memberikan ruang bagi aparat keamanan untuk melakukan penyisiran dan penyelidikan terhadap pelaku penembakan,” kata Kapolres Jayawijaya.

Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 seharusnya berlangsung 7-8 Agustus 2026. FBLB menjadi agenda budaya tahunan di Kabupaten Jayawijaya yang dihadiri masyarakat serta wisatawan domestik maupun mancanegara. *** (Katharina/Rls)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tujuh Hari KKR Wamena Bermazmur, Momentum Pemulihan dan Penguatan Iman Masyarakat

8 September 2026 - 14:12 WIT

Momen Langka di Jayawijaya: Bupati Resmikan KKR Wamena Bermazmur saat Apel ASN

7 September 2026 - 17:36 WIT

Bunda PAUD Jayawijaya: Program Kerja Sederhana, tapi Berdampak Nyata

7 September 2026 - 16:42 WIT

Panen Ubi di Araboda, Wabup Jayawijaya Ajak Warga Pertahankan Tradisi Berkebun

4 September 2026 - 01:40 WIT

KNPI Jayawijaya akan Awasi Distribusi Bantuan Beras Hingga Sampai ke Masyarakat

3 September 2026 - 21:06 WIT

Pemkab Jayawijaya Salurkan Bantuan Pangan Beras ke Masyarakat di 40 Distrik

3 September 2026 - 20:10 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA