KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Tourism Malaysia kembali mempertegas komitmennya di pasaran Indonesia melalui penyelenggaraan Malaysia Tourism Showcase (MATAS) B2B Roadshow.
Sebuah rangkaian kegiatan promosi pariwisata yang akan berlangsung di lima kota strategis Indonesia, yaitu Serang (8 Juni), Bandung (10 Juni), Jayapura (12 Juni), Malang (28 Juli), dan Lombok (30 Juli).
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan mengatakan, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Tourism Malaysia dalam mendukung keberhasilan Visit Malaysia 2026 (VM2026).

Hairi juga mengatakan, kegiatan ini menjadi platform strategis untuk mempererat hubungan bisnis antara pelaku industri pariwisata Malaysia dan Indonesia, sekaligus memperkenalkan berbagai produk dan layanan wisata terbaru yang ditawarkan Malaysia.
“Jayapura merupakan salah satu pasar wisata yang baru dan penuh potensi bagi Malaysia,” kata Hairi saat ditemui wartawan saat melakukan promosi destinasi wisata Malaysia di Kota Jayapura yang digelar di Entrop, Kota Jayapura, Papua, Jumat, 12 Juni 2026.
Hairi juga mengatakan, melalui Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow ini, pihaknya ingin memperkuat jaringan kerja sama dengan para pelaku industri pariwisata di Jayapura.
“Juga ingin membuka lebih banyak peluang bisnis yang saling menguntungkan bagi industri pelancongan di Malaysia maupun Indonesia,” ujarnya, saat membuka kegiatan di Jayapura, Papua.

Menurut Hairi, penyelenggaraan roadshow ini sejalan momentum Visit Malaysia 2026 yang menampilkan beragam pengalaman wisata unik dan autentik.
“Mulai dari kekayaan budaya, warisan sejarah, kuliner, wisata alam, petualangan, hingga keramahan masyarakat Malaysia yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan internasional,” terangnya.
Hairi juga mengatakan, lebih dari 10 pelaku industri pariwisata Malaysia turut ambil bagian dalam roadshow ini, mewakili berbagai sektor, mulai dari hotel, destinasi wisata, operator tur (land operator), hingga penyedia layanan pariwisata lainnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mengikuti sesi product presentation dan business-to-business(B2B) untuk memperkenalkan beragam produk dan layanan wisata Malaysia yang terkini
“Serta memberikan kesempatan bagi agen perjalanan, maupun pelaku industri pariwisata Indonesia menjalin kerja sama secara langsung dengan mitra industri dari Malaysia,” ujar Hairi.
Sekadar diketahui, sepanjang tahun 2025, Malaysia mencatat sebanyak 4,3 juta kunjungan wisatawan Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai salah satu penyumbang wisatawan terbesar bagi Malaysia.

Selain itu, konektivitas udara antara kedua negara terus didukung oleh lebih dari 610 penerbangan langsung setiap minggu dengan kapasitas lebih dari 110.000 kursi per minggu, sehingga memudahkan mobilitas wisatawan antara Indonesia dan Malaysia.
Melalui campaign Visit Malaysia 2026, kata Hairi, Malaysia menargetkan kedatangan 47 juta wisatawan internasional dengan estimasi pendapatan pariwisata sebesar RM329 miliar.
“Untuk mendukung pencapaian target itu, Malaysia telah menyiapkan lebih dari 320 acara dan festival sepanjang tahun 2026 yang menawarkan beragam pengalaman wisata menarik bagi wisatawan mancanegara,” kata Hairi.
Menurut Hairi, dengan hadir di Serang, Bandung, Jayapura, Malang, dan Lombok, Tourism Malaysia berharap dapat menjangkau lebih banyak pelaku industri di berbagai wilayah Indonesia.
“Juga membuka banyak peluang kerja sama yang lebih luas, guna meningkatkan arus kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia pada tahun-tahun mendatang,” terang Hairi.

Tentang Tourism Malaysia
Lembaga Penggalakan Pelancongan Malaysia atau Tourism Malaysia adalah sebuah agensi di bawah Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia.
Tourism Malaysia secara aktif berfokus pada tugas khusus untuk mempromosikan Malaysia sebagai destinasi wisata pilihan.
Sejak didirikan, Tourism Malaysia telah berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam industri pariwisata internasional.
Penyelenggaraan Visit Malaysia 2026 (VM2026) akan merayakan keberlanjutan industri pariwisata nasional sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSDG).
Selain itu, Tourism Malaysia juga mendukung Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) dalam merealisasikan Tahun Melawat IMT-GT 2023-2025 guna mempromosikan wilayah regional sebagai satu destinasi pariwisata terpadu.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun media sosial Tourism Malaysia di Facebook, Instagram, X, YouTube, dan TikTok. ***(Syamsuddin Levi/Siaran Pers)


















