KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Memasuki hari ke-5 pascaledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 di kawasan Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana Polda Papua, Puslabfor Polda Papua, Tim DVI, serta instansi terkait terus mengintensifkan upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan penyelidikan penyebab ledakan.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangan pers pada Kamis malam, 4 Juni 2026 menjelaskan korban yang sebelumnya menjalani perawatan inap, saat ini telah bergabung di posko pengungsian untuk menjalani rawat jalan. “Sedangkan korban yang mengalami patah tulang masih dalam pemantauan RSUD Biak dan Dinas Kesehatan setempat,” katanya.
Sedangkan dalam proses pencarian 3 orang yang belum ditemukan, tim gabungan menemukan potongan tubuh manusia sebanyak 32 potongan di lokasi sekitar ledakan.
“Sejumlah barang temuan yang diduga milik korban, terdiri dari tiga buah parang, satu buah pisau, dan dua buah jam tangan juga ikut ditemukan,” kata Kapolres Biak.
Sterilisasi

Tim Jibom Gegana Polda Papua telah melakukan sterilisasi sekitar 75 persen area terdampak ledakan. Proses sterilisasi akan dilanjutkan pada hari berikutnya untuk menyelesaikan 25 persen area yang masih belum dinyatakan aman.
“Dari hasil sterilisasi hari ini, tim Jibom menemukan 42 serpihan casing proyektil yang selanjutnya akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut,” jelas Kapolres.
Di sisi lain, Tim Puslabfor Polda Papua yang mulai bergabung dalam penanganan kasus ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada radius sekitar 25 meter dari titik sumber ledakan. Dari hasil pemeriksaan awal, tim berhasil mengamankan 20 serpihan logam, dua gergaji besi, dan satu mata gerinda untuk dilakukan penelitian laboratorium forensik.
Peran Tim DVI juga terus dioptimalkan dalam proses identifikasi korban. Pada hari ini, Tim DVI membuka Posko Antemortem di sekitar lokasi kejadian dan telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban serta mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang belum teridentifikasi.
“Besok (Jumat) Tim DVI akan melaksanakan pengambilan sampel DNA terhadap potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi,” tambahnya.
Pola pencarian masih dilakukan dengan pembagian wilayah kerja. Pada Ring 1, kegiatan evakuasi barang-barang maupun potongan tubuh akan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi keamanan dari Tim Jibom. Sedangkan pada Ring 2, Tim Basarnas dan tim gabungan tetap melaksanakan pencarian dalam radius sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.
“Olah TKP secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena sebagian area masih menunggu proses sterilisasi oleh Tim Jibom,” katanya. *** (Katharina/Rls)


















