KABARPAPUA.CO, Biak– Gemuruh runtuhan dan ingatan akan ledakan bom di kawasan pemukiman nelayan, Kompleks Perikanan Biak Numfor yang terjadi pada Minggu sore 31 Mei 2026 lalu, bukanlah hal yang mudah untuk diseka dari ingatan. Ketakutan itu nyata, terutama di mata anak-anak yang kini menjadi lebih pendiam, atau mendadak tegang setiap kali mendengar suara keras.
Namun, pada Selasa siang 2 Juni 2026, trauma itu perlahan mencair. Kehadiran para Polwan dari Polres Biak Numfor membawa warna baru di tengah suasana yang sempat abu-abu.
Para personel kepolisian ini datang dengan senyuman hangat, membawa tumpukan mainan, dan hati yang siap mendengarkan. Mereka adalah Tim Trauma Healing, garda depan Polri yang bertugas menyembuhkan luka yang tak kasat mata yakni trauma psikologis.

Pendekatan humanis inilah yang menjadi kunci. Tim Trauma Healing tidak datang untuk menginterogasi, melainkan untuk menemani. Mereka mengajak anak-anak bernyanyi, menggambar, dan berbagi cerita.
“Anak-anak yang sebelumnya terlihat takut dan cemas, perlahan mulai kembali tersenyum. Ada rasa aman yang beralih saat mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian di masa-masa sulit ini,” kata Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Terstiawan, melalui Wakapolres Kompol Jebelina Walli.

Tak hanya dukungan psikologis, uluran tangan berupa makanan ringan dan kebutuhan dasar juga dibagikan. Bagi warga, bantuan ini lebih dari sekadar pemenuh kebutuhan fisik.
“Memulihkan rasa aman warga adalah prioritas kemanusiaan yang tidak bisa ditawar. Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian ini, mendapatkan pendampingan psikologis yang memadai,” tutur Kompol Jebelina.
Menurutnya, pemulihan jiwa pasca-bencana membutuhkan waktu dan konsistensi. Oleh karena itu, Polres Biak Numfor berkomitmen untuk tidak sekadar datang lalu pergi.”Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, dan perlahan pulih dari ketakutan. Kami akan terus melakukan pendampingan secara berkala sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya. *** (Katharina/Rls)


















