Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 25 May 2026 11:36 WIT

Wagub Papua: Satu Data OAP adalah Fondasi Utama Pembangunan yang Berkeadilan


					Tarian di atas perahu khas masyarakat adat pesisir Danau Sentani di Kabupaten Jayapura. (KabarPapua.co/Lazore) Perbesar

Tarian di atas perahu khas masyarakat adat pesisir Danau Sentani di Kabupaten Jayapura. (KabarPapua.co/Lazore)

KABARPAPA.CO, Kota Jayapura– Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan penguatan administrasi kependudukan dan penyediaan data OAP yang valid, terpadu, serta akurat merupakan harga mati. Menurutnya, tanpa data yang dapat dipertanggungjawabkan, misi besar untuk memajukan masyarakat asli Papua akan sulit mencapai sasaran yang tepat. Hal inilah yang menjadi roh utama dalam Rapat Koordinasi Data Orang Asli Papua (OAP) se-Tanah Papua yang digelar baru-baru ini.

Wagub menyampaikan data OAP memiliki arti strategis yang sangat mendalam. Ia menyebut data sebagai fondasi utama dalam membangun Papua yang lebih adil.

“Data bukan sekadar angka administratif, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan dan penyusunan program pembangunan. Ini adalah cara kita memastikan bahwa keberpihakan pembangunan benar-benar dirasakan oleh Orang Asli Papua,” ujar Aryoko.

Langkah ini selaras dengan visi besar Pemerintah Provinsi Papua: “Papua Cerah” (Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni). Dengan data yang presisi, pembangunan diharapkan tidak lagi bersifat meraba-raba, melainkan inklusif dan menyentuh akar rumput

Membangun “Satu Data OAP” bukanlah pekerjaan satu malam. Aryoko menekankan perlunya kolaborasi raksasa yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten, serta lembaga adat dan tokoh masyarakat termasuk pemangku kepentingan di seluruh tanah Papua.

Menariknya, pendekatan yang diambil tidak hanya bersifat teknokratis. Wagub menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap nilai adat, budaya, dan sejarah. Proses verifikasi data nantinya akan melibatkan komunitas adat untuk mendapatkan legitimasi sosial, sehingga identitas masyarakat Papua tetap terjaga dalam sistem administrasi negara. *** (katharina/Rls)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Inilah Sejumlah Kunker Gubernur Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen

21 May 2026 - 22:42 WIT

Gubernur Matius Fakhiri Dorong Yapen Jadi Penyangga Ketahanan Pangan Papua

19 May 2026 - 22:00 WIT

Presiden Prabowo Salurkan 10 Sapi Kurban di Provinsi Papua

18 May 2026 - 08:47 WIT

Target Rampung Juli 2026, Koperasi Merah Putih Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Papua

17 May 2026 - 19:26 WIT

Pasca Kerusuhan, Stadion Lukas Enembe Jayapura Ditutup

12 May 2026 - 22:31 WIT

Wagub Papua di World Press Freedom Day: Pers Harus Jadi Penerang, Bukan Penyulut Kegelapan

4 May 2026 - 22:31 WIT

Trending di KABAR PAPUA