KABARPAPUA.CO, Jayapura – Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana, PT PLN (Persero) meluncurkan program ‘Desa Siaga Bencana’ di Kelurahan Hamadi, Kota Jayapura, Papua.
Program ini hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi tantangan geografis wilayah yang diapit pesisir dan tebing, sekaligus membangun budaya sadar bencana dan berkelanjutan bagi warga setempat.
Program ini melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Jayapura sebagai sasaran utama dalam pelatihan intensif yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Hamadi selama dua hari (5-6 Mei 2026).
Selain pembekalan keterampilan manajemen risiko dan pertolongan pertama, PLN juga menyalurkan perlengkapan darurat seperti life jacket, APAR, rambu jalur evakuasi, rambu tanda bahaya, hingga tandu evakuasi untuk memperkuat kesiapsiagaan warga.

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengapresiasi langkah nyata PLN yang dinilai sangat strategis dan bermanfaat terhadap kondisi lingkungan yang rentan terhadap bencana. Ia menekankan, kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada pengetahuan mereka dalam menghadapi situasi darurat.
Menurut Abisai, Kelurahan Hamadi salah satu wilayah rentan berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia sendiri. Sehingga dia berpesan agar bantuan ini dikelola, dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuannya demi kepentingan bersama.
“Tolong dijaga dan dimanfaatkan fasilitas serta ilmu yang diberikan ini sebagai modal untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh dari berbagai ancaman bencana,” papar Abisai, Jumat, 8 Mei 2026.
Beatrix Abidondifu, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Jayapura menjelaskan kehadiran program PLN ini menjadi pelengkap dari simulasi gempa dan tsunami yang rutin mereka lakukan sebelumnya.
“Melalui kolaborasi ini, puluhan anggota komunitas kini dibekali kemampuan spesifik dalam memitigasi risiko kebakaran di wilayah pesisir,” kata Beatrix.
“Kami sangat senang dengan adanya program ini. Semoga ke depannya kami bisa terus berbagi ilmu, terutama kepada anak-anak, agar kita semua tidak mudah terpengaruh isu dan tahu persis apa yang harus diperbuat di tengah situasi darurat,” kata Beatrix menambahkan.

General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan, inisiatif ini merupakan investasi kemanusiaan untuk membangun budaya keselamatan permanen melalui perpaduan edukasi dan pembangunan infrastruktur evakuasi yang terarah.
“Sinergi ini terbukti membangun koordinasi efektif antara pemerintah, BPBD, dan warga, sehingga masyarakat lebih memahami langkah kesiapsiagaan untuk merespons bencana secara cepat melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan,” terang Roberth.
Menurut Roberth, PLN menyadari keberlanjutan layanan listrik sangat bergantung pada ketangguhan masyarakatnya.
“Sehingga melalui kapasitas mandiri ini, kami ingin memastikan warga Hamadi mampu menekan risiko bencana sekecil mungkin agar kualitas hidup dan keamanan infrastruktur kelistrikan tetap terjaga secara beriringan,” papar Roberth.
Roberth juga mengatakan, melalui sistem penanggulangan bencana yang lebih terstruktur, program ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman warga secara signifikan.
“PLN optimis bahwa kesiapsiagaan kolektif yang terbangun akan menurunkan potensi korban jiwa serta kerugian materil akibat bencana di masa depan,” kata Roberth.***(Siaran Pers)


















