Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 30 Apr 2026 15:39 WIT

Film Agus Ohee adalah Napas Budaya Tanah Tabi


					Peluncuran film dokumenter “Agus Ohee Sang Maestro Seni dari Tanah Tabi” yang digelar di halaman Universitas Cenderawasih (Uncen), Rabu 29 April 2026. Foto: ist Perbesar

Peluncuran film dokumenter “Agus Ohee Sang Maestro Seni dari Tanah Tabi” yang digelar di halaman Universitas Cenderawasih (Uncen), Rabu 29 April 2026. Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Hujan rintik-rintik yang mengguyur Kota Jayapura tidak menyurutkan semangat para pelaku seni dan masyarakat untuk menghadiri peluncuran film dokumenter “Agus Ohee Sang Maestro Seni dari Tanah Tabi” yang digelar di halaman Universitas Cenderawasih (Uncen), Rabu 29 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengangkat sosok Agus Ohee sebagai maestro seni asal Tanah Tabi sekaligus memperkuat narasi budaya Papua melalui medium film dokumenter.

Head of Imaji Papua, Yulika Anastasya menyampaikan proses produksi film merupakan perjalanan panjang yang melibatkan riset serta kerja kolektif komunitas kreatif di Jayapura. Ia menjelaskan bahwa film ini didukung program LPDP Indonesiana dan sebenarnya telah rampung sejak tahun lalu, namun baru diluncurkan secara resmi tahun ini.

Peluncuran film dokumenter “Agus Ohee Sang Maestro Seni dari Tanah Tabi” yang digelar di halaman Universitas Cenderawasih (Uncen), Rabu 29 April 2026. Foto: ist

“Film ini bukan sekadar karya visual, tetapi bagian dari proses kreatif yang panjang. Kekuatan film sangat luar biasa, karena mampu membawa narasi lokal Papua ke ruang yang lebih luas, bahkan hingga tingkat global,” ujar Yulika.

Ia menegaskan kehadiran komunitas film di Jayapura tidak hanya Imaji Papua, tapi banyak komunitas lain yang terus berkembang dan melahirkan karya-karya berbasis kearifan lokal, seperti film tentang Kampung Abar yang produksi anak-anak Papua.

Perwakilan Badan Pelestarian Kebudayaan, Yudha Yapsenang, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik upaya komunitas budaya dalam memajukan dan melestarikan kekayaan budaya Papua.

“Pada prinsipnya kami mendukung kegiatan para pelaku budaya. Papua memiliki potensi besar, tidak hanya dalam seni visual, tetapi juga kuliner tradisional dan obat-obatan tradisional. Penting bagi kita untuk terus membangun sinergi agar budaya ini bisa berkembang dan dikenal luas,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Sekda Kota Jayapura, Evert Meraudje menyoroti pentingnya perhatian dan penghargaan terhadap para seniman yang selama ini berkarya dalam keterbatasan.

“Setiap tahun pemerintah Kota Jayapura memberikan penghargaan kepada para seniman, dan saat ini sudah memasuki tahun ke-8. Saya melihat para seniman sering berjalan dalam kesunyian, menyimpan dan mengolah karya . Mereka mengabdi tanpa banyak apresiasi, bahkan ada yang meninggal tanpa kita ketahui,” katanya.

Ia menambahkan berbicara tentang seniman berarti berbicara tentang identitas dan jati diri suatu bangsa. “Budaya adalah cerminan dari siapa kita dan dari mana kita berasal. Karena itu, sudah sepatutnya kita memberikan ruang dan penghargaan yang lebih besar kepada para pelaku seni,” katanya.

Peluncuran film dokumenter ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya, tetapi juga mendorong lahirnya lebih banyak produksi film lokal yang mampu mengangkat kekayaan budaya Papua ke panggung nasional maupun internasional. *** (Rls)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Aku Sembuh Tanpa Diskriminasi 

31 July 2026 - 22:23 WIT

Saat Tubuh Memberi Sinyal, Pentingnya Memahami Kesehatan Pria

30 July 2026 - 17:04 WIT

Percepat Transformasi Kawasan Transmigrasi di Papua, UNDIP Terjunkan 20 Tim Ekspedisi Patriot 2026

30 July 2026 - 11:57 WIT

Momen Hari Anak Nasional, PLN IP UBP Holtekamp Wujudkan Imajinasi Lewat Warna

29 July 2026 - 17:31 WIT

Abdullah Nakhodai KKSS Kepulauan Yapen

27 July 2026 - 16:42 WIT

GKI Lilin Kecil Sambut Hangat 149 Peserta Tour Rohani

24 July 2026 - 21:53 WIT

Trending di RAGAM