KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Gubernur Papua, Matius Fakhiri menemui warga yang melakukan penolakan pengembangan RS Marthen Indey Jayapura. Warga sempat membentangkan spanduk sebagai bentuk protes rencana relokasi pemukiman warga imbas pengembangan rumah sakiti milik TNI tersebut.
Fakhiri yang menemui warga memastikan warga yang direlokasi mendapatkan pemukiman yang layak. “Kami memahami kekhawatiran warga dan dipastikan pemerintah menyiapkan relokasi dengan rumah layak huni serta kepastian hukum atas tanah. Warga akan mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, lengkap dengan kepastian hukum,” katanya, Senin 27 April 2026.
Gubernur Fakhiri bilang, pengembangan rumah sakit tersebut sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan di Papua, memperluas akses layanan medis, melengkapi fasilitas, dan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan. “Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Fakhiri juga masih membuka ruang dialog bersama warga setempat dan dijadwalkan akan dilakukan Jumat 1 Mei 2026 untuk dialog selanjutnya.
Sementara itu, warga setempat, Alberta Korwa, mengapresiasi langkah dialog, namun menegaskan penolakan relokasi. “Kami berterima kasih, tetapi keberatan jika harus dipindahkan dari tempat yang sudah lama kami tempati,” ujarnya. *** (Katharina/Rls)


















