KABARPAPUA.CO, Nabire – Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepegawaian (Input Peremajaan, Usulan Kenaikan Pangkat dan Pemberhentian). Kegiatan ini digelar di Aula BKPSDM Papua Tengah, Nabire, Senin, 13 April 2026.
Selain dihadiri langsung Kepala BKPSDM Papua Tengah Denci Meri Nawipa, juga turut hadir sejumlah pejabat di lingkungan BKPSDM Papua Tengah, di antaranya Sekretaris BKPSDM, Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Sistem Informasi ASN, dan Kepala Bidang Mutasi dan Promosi.
Kepala BKPSDM Papua Tengah Denci Meri Nawipa yang sekaligus membuka kegiatan bimtek ini mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 60-an peserta Bagian Kepegawaian dari 32 Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah.
“Terima kasih telah hadir memenuhi undangan kami. Saatnya sama-sama perbaiki data kepegawaian kita. Kalau di Provinsi Papua Tengah kita sudah benahi, pasti di 8 kabupaten juga mudah. Mari kita kerja layani pegawai kita dengan hati. Saya percaya ini banyak ibu-ibu di sini biasa kerja dengan sepenuh hati,” jelas Denci.
Menurut Denci, saat ini jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Papua Tengah telah mencapai kurang lebih 2.300 orang. Berdasarkan data pada Februari 2026, sekitar 25 persen ASN masih berstatus kepegawaian daerah asal, yakni kabupaten.
“Sehingga kondisi ini berdampak pada sejumlah layanan administrasi, seperti kenaikan pangkat dan proses pemberhentian ASN ke Pemprov Papua Tengah,” jelas Denci.
Namun berkat kerja keras BKPSDM Papua Tengah, kata Denci, per 27 Februari 2025, Pemprov Papua Tengah berada di urutan kedua sebagai daerah dengan dispararitas data terkecil di wilayah kerja Kantor Regional IX BKN Jayapura.
“Selain itu, kita juga berada nomor satu dalam hal laporan penginputan aplikasi E-Kinerja tahun 2025 di Wilayah Kerja Kantor Regional IX BKN Jayapura,” katanya.
Namun menurut mantan Sekretaris Daerah Paniai ini, pencapaian itu bukan milik BKPSDM Papua Tengah semata-mata, tetapi karena ada kerjasama, kolaborasi, dan koordinasi yang baik dengan seluruh Bagian Kepegawaian OPD yang ada di Papua Tengah.
“Selaku Kepala BKPSDM Papua Tengah, saya harap momen bimtek dua hari ini dimanfaatkan mengenal aplikasi dan sistem peremajaan data serta usulan kenaikan pangkat dan pemberhentian ASN tingkat Provinsi Papua Tengah. Selamat berproses mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai target yang kita harapkan bersama,” jelas Denci.
Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Sistem Informasi ASN, Natalion Patoding menjelaskan, bimtek kepegawaian ini digelar untuk meningkatkan kompetensi para pengelola kepegawaian di setiap OPD se-Papua Tengah,agar proses pengurusan administrasi kepegawaian bisa berjalan lancar.
Selain itu, kata Natalion, sebagai wadah untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan pada bidang kepegawaian, khususnya pada layanan peremajaan data, usulan kenaikan pangkat, dan pemberhentian ASN.
”Dalam bimtek ini, kami juga sudah siapkan aplikasi untuk mempermudah proses pelayanan peremajaan data supaya teman-teman yang mau remajakan datanya, tidak usah lagi bolak-balik ke Kantor BKPSDM Papua Tengah. Cukup dengan mengisi data di aplikasi Layanan Pengaduan,” terang Natalion.
Natalion berharap, dengan adanya bimtek ini, dapat mempercepat implementasi peraturan terkait Satu Data ASN untuk menciptakan tata kelola administrasi kepegawaian yang terstruktur dan transparan di Provinsi Papua Tengah. ***(Agies Pranoto)


















