KABARPAPUA.CO, Nabire – Dalam upaya mencetak generasi muda yang kritis dan mampu berkomunikasi dengan efektif, puluhan anak muda Papua di Nabire mengikuti pelatihan public speaking atau keterampilan berbicara di depan umum secara terstruktur untuk menyampaikan pesan, informasi, atau ide kepada audiens.
Penggagas Pelatihan Public Speking yang juga Master of Ceremony (MC) Profesional di Papua Tengah, Martince Marllies Wakum menjelaskan, pelatihan ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi anak muda Papua yang seringkali terhambat oleh kurangnya rasa percaya diri saat harus tampil di ruang publik.
Menurut Martince, melihat anak-anak muda Papua Tengah, jelas mereka punya potensi. Mereka hanya perlu diarahkan dan diberikan ruang serta kesempatan belajar tentang Public Speaking dan MC, sebab dua ilmu tersebut merupakan kebutuhan universal.
“Sehingga kami perlu membagi apa yang kami punya untuk sesama anak Papua, agar dapat maju bersama. Tidak ada yang di belakang, tapi berdiri setara untuk Papua Tengah,” jelas Mais, begitu Martince biasa disapa lewat telepon selulernya, Senin, 13 April 2026.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 200 peserta, yang dilaksanakan secara bertahap, yakni pada tanggal 19, 20, dan 23 Maret 2026. Selain melibatkan para pemuda, kegiatan ini juga diikuti persekutuan wanita gereja. Tak hanya materi teori, peserta juga langsung mempraktikkan kemampuan mereka.
Menurut Mais, pihaknya optimis dengan dilaksanakannya kegiatan ini. Sebab dapat membuka peluang karir sebagai MC profesional, khususnya di wilayah Papua Tengah, baik di bidang event pemerintahan, pendidikan,maupun di media yang profesional.
“Dari potensi yang sudah kami bekali selama ini, kami juga libatkan dalam kegiatan seperti di event Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan pemerintah Provinsi Papua Tengah, ulang tahun anak, acara wedding dan lain sebagainya,” terangnya.
“Kami juga sampaikan terima kasih kepada Ibu Vivian Gobay yang telah memberikan dukungan kepada kami. Kedepannya, program serupa akan terus digalakkan dengan cakupan peserta yang lebih luas ke berbagai pelosok,” jelas Mais menambahkan. ***(Agies Pranoto)


















