Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 13 Jan 2026 15:23 WIT

Waspada! Zona Konvergen Picu Angin Kencang dan Gelombang 2 Meter di Yapen


					Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Net

KABARPAPUA.CO, Serui– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kepulauan Yapen mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Fenomena zona konvergen di utara Papua memicu angin kencang dan gelombang tinggi yang diprediksi berlangsung hingga 14 Januari 2026.

Observer dan Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Sudjarwo Tjondronegoro, Hafidz Alamsyah Putra menyampaikan zona konvergen ini menyebabkan pertemuan massa angin yang menguat ke arah timur.

“Hasil pantauan kami menunjukkan kecepatan angin di perairan Kepulauan Yapen saat ini mencapai 10 hingga 20 knot. Hal ini berdampak langsung pada ketinggian gelombang laut yang berkisar antara 1,5 hingga 2 meter,” jelas Hafidz saat ditemui di Serui, Selasa 13 Januari 2026.

Larangan Melaut

Observer dan Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Sudjarwo Tjondronegoro, Hafidz Alamsyah Putra Foto: Ainun Faathirjal/KabarPapua.co

BMKG juga mengeluarkan imbauan tegas kepada para nelayan dan operator kapal kecil untuk menunda aktivitas pelayaran sementara waktu. Risiko tinggi kecelakaan laut membayangi, terutama di wilayah perairan utara Kabupaten Kepulauan Yapen.

“Kami mengimbau nelayan agar tidak melaut untuk sementara. Keselamatan adalah prioritas utama mengingat potensi gelombang tinggi masih cukup besar,” tegasnya.

Tidak hanya di laut, ancaman angin kencang juga menghantui warga yang beraktivitas di daratan. Meskipun belum terpantau adanya hujan ekstrem, kekuatan angin yang meningkat dapat memicu tumbangnya pohon-pohon besar. Masyarakat diminta waspada saat melintasi area yang rawan.

BMKG memprediksi kondisi ini akan mulai melandai dan kembali normal pada Kamis, 15 Januari 2026. Warga diminta untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan situasi yang mendadak. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 472 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Polres Nabire Ungkap Kasus Pembunuhan Remaja Putri yang Jasadnya Terbakar

31 July 2026 - 22:41 WIT

Penumpang KM Sabuk Nusantara 75 Dilaporkan Jatuh dalam Pelayaran Lobo-Poumako

30 July 2026 - 18:17 WIT

Polisi Grebek Pabrik Sopi dan Sagero Rumahan di Merauke

30 July 2026 - 17:25 WIT

Kapolres Kaimana Imbau Bijak Bermedia Sosial, Hindari Unggahan Berpotensi Langgar Hukum

30 July 2026 - 09:46 WIT

1000 Aparat Keamanan Gabungan Bersiaga Antisipasi Unjuk Rasa di Jayapura

29 July 2026 - 16:12 WIT

Suhardin, Nelayan yang Hilang di Kaimana Ditemukan

29 July 2026 - 15:02 WIT

Trending di PERISTIWA