KABARPAPUA.CO, Serui – Memasuki hari keempat operasi pencarian korban kecelakaan laut di perairan Waindu, Distrik Raimbawi, Kepulauan Yapen, Tim SAR memperkuat alat utama (alut), menambah logistik dan meningkatkan jumlah personil pencarian.
Salah satu alut yang diperkuat, yakni menghadirkan Kapal Negara (KN) SAR 243 milik Basarnas Biak Numfor yang saat ini sedang bersandar di Pelabuhan Domine Izak Samuel Kijne, Serui, Kepualauan Yapen, Sabtu malam, 27 Desember 2025.
Menurut Kapten KN SAR 243, Stepanus Fat Reski, sandarnya kapal SAR ini di Serui bertujuan untuk memperkuat dukungan operasi, mengingat proses pencarian telah berlangsung selama tiga hari dan kini memasuki hari keempat.
“Dari Kantor SAR Biak, kami mengerahkan sejumlah alut, mulai Kapal KN SAR 234, Rigid Buoyancy Boat (RBB), hingga dukungan unsur terkait, seperti KRI TNI Angkatan Laut, pesawat, dan helikopter,” kata Stepanus saat ditemui kabarpapua.co, Minggu, 28 Desember 2025.
Basarnas juga melakukan penguatan logistik, meliputi penambahan personil, kebutuhan konsumsi, dan dukungan bahan bakar minyak (BBM), guna menunjang operasional perahu karet untuk melakukan penyisiran.
Stepanus mengatakan, tim SAR telah bergerak menuju lokasi kejadian sejak 25 Desember 2025, menyusul laporan kecelakaan speedboat yang membawa 21 orang penumpang.
“Dalam pelaksanaan pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama saat operasi malam hari akibat keterbatasan jarak pandang,” jelas Stepanus.
“Untuk mengatasi kendala itu, kami memanfaatkan SAR Maps, guna menentukan area pencarian. Sistem ini bantu mendeteksi kemungkinan posisi objek berdasarkan perhitungan arus dan angin secara otomatis,” tambahnya.
Selain itu, kata Stepanus, luasnya area pencarian menjadi salah satu pertimbangan utama penambahan dukungan.
“Dengan meningkatnya Last Known Position (LKP), tim juga memperluas sektor pencarian baik di pesisir pantai maupun ke arah laut lepas,” terangnya.
Saat ini, jumlah personel yang terlibat dalam operasi mencapai 20 orang, terdiri dari 17 personel SAR Biak dan 3 personel tambahan dari Pos SAR Serui, seluruhnya berada on boat selama operasi berlangsung.
Dalam perkembangan terbaru, kata Stepanus, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 3,7 mil laut dari lokasi kejadian.
“Sehingga pada Sabtu, 27 Desember 2025, data korban tercatat 3 orang selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 17 orang masih dalam pencarian,” katanya.
Stepanus juga menyebut, cuaca selama proses pencarian terpantau cukup mendukung meski masih terdapat gelombang yang menjadi tantangan bagi tim di lapangan.
“KN SAR 243 tercatat sandar di Pelabuhan Serui pada pukul 20.40 WIT dan kembali bertolak menuju lokasi pencarian pada pukul 03.10 WIT pada 28 Desember 2025,” terang Stepanus.
Tim SAR berharap, penguatan alut, logistik, dan personil, proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
“Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada aparat keamanan atau Pos SAR terdekat jika menemukan tanda-tanda atau informasi berkaitan keberadaan korban,” kata Stepanus.

Wabup Kepulauan Yapen Tinjau Pencarian Korban
Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Yapen Roi Palunga melakukan kunjungan ke Kampung Waindu, Distrik Raimbawi, guna memastikan proses pencarian korban kecelakaan laut (laka laut) di Perairan Waindu agar berjalan lancar dan optimal.
Laka laut itu menimpa speedboat yang mengangkut 21 warga pada Selasa malam, 24 Desember 2025. Hingga hari keempat operasi pencarian, tercatat tiga orang korban berhasil selamat, sementara satu korban ditemukan meninggal dunia dan sebanyak 17 korban lainnya masih dalam pencarian.
Sejak kejadian, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif Tim SAR Basarnas Biak, Polres Kepulauan Yapen, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, bersama keluarga korban serta unsur terkait lainnya.
Dalam kunjungannya, Roi menyampaikan dukungan moril kepada keluarga korban serta mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian.
Roi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan agar proses pencarian dapat segera membuahkan hasil dan seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera diketahui keberadaannya.
“Kami semua berharap dan berdoa agar upaya pencarian ini segera membuahkan hasil, sehingga keluarga korban dapat menemukan ketenangan hati. Kami pemerintah terus dukung penuh upaya pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” jelas Roi. ***(Ainun Faathirjal)
























