KABARPAPUA.CO, Serui – Sebuah speedboat atau perahu cepat yang mengangkut 21 penumpang dilaporkan terbalik akibat badai dan gelombang tinggi di perairan Tanjung Andei, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Rabu malam, 24 Desember 2025.
Keesokannya, Kamis, 25 Desember 2025, Tim SAR gabungan telah menemukan tiga orang korban dalam kondisi selamat, sementara penumpang lainnya masih dalam pencarian dan masih terus dilakukan.
Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Basarnas Serui, Thommy M. Lewerissa melalui sambungan telepon menjelaskan, speedboat fiber bermesin 40 PK tersebut bertolak dari Kota Serui menuju Kampung Waindu sekitar pukul 16.30 WIT.
“Dalam perjalanan, kapal diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Waindu sekitar pukul 20.00 WIT,” ujar Thommy.
Menurut Thommy, informasi awal kecelakaan laut ini pertama kali diketahui dari warga yang sedang memancing di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan laporan tersebut, operasi pencarian segera dilakukan.
Thommy menjelaskan, korban selamat pertama yang berhasil ditemukan adalah Usman Asis Aninam, seorang Mantri Puskesmas Waindu.
“Ia ditemukan terapung di perairan Selat Sasorai, Distrik Kurudu, pada Kamis pagi oleh Kepala Kampung Kurudu saat hendak memancing. Ditemukan kondisi selamat, hanya alami kelelahan tanpa luka serius. Dialangsung dievakuasi ke Kampung Kurudu,” jelas Thommy.
Setelah penemuan tersebut, kata Thommy, informasi diteruskan kepada keluarga korban di Serui serta sejumlah instansi terkait, di antaranya KP3 Laut, Danramil Dawai, dan Polairud.
Selanjutnya, tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban selamat, yakni Santi Rontini (Suster Puskesmas Waindu) dan Hengki Injoroweri (Bendahara Kampung Waindu), pada Kamis, pukul 17.00 WIT di perairan antara Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Biak, lebih mengarah ke wilayah perairan Biak.
“Kedua korban ditemukan selamat, namun mengalami luka bakar di bagian tubuh. Luka tersebut diduga akibat kontak langsung dengan jerigen berisi BBM yang digunakan sebagai pelampung dan bercampur air laut,” jelas Thommy.
Dalam operasi pencarian ini, kata Thommy, Basarnas mengerahkan tim dari Basarnas Biak, mengingat keterbatasan armada di Serui serta jumlah korban yang cukup banyak. Basarnas Biak menurunkan satu kapal SAR dengan dukungan dua unit perahu karet.
“Saat ini pencarian masih berlangsung dan akan diperluas ke arah Dawai pada dini hari, dengan metode pencarian melingkar mengikuti arah arus dan angin yang dominan menuju Biak,” tambah Tommy.
Pencarian turut melibatkan unsur TNI-Polri serta masyarakat Kampung Waindu dan Kurudu. Polairud juga direncanakan ikut bergabung setelah data korban dipastikan lengkap.
Lebih lanjut, Thommy Tim menyebut Tim SAR berencana menurunkan perahu karet sejauh 3 hingga 4 mil laut dari titik penemuan korban terakhir, apabila kondisi cuaca dinyatakan aman. Tim diperkirakan akan berlindung dan bersandar di wilayah Dawai sekitar pukul 03.00 WIT atau 04.00 WIT sebelum melanjutkan operasi.
“Pergerakan korban sangat jauh dari titik awal kecelakaan, mencapai sekitar 5 hingga 6 mil laut, sehingga pencarian difokuskan pada area baru, terutama mengingat banyaknya korban adalah anak-anak,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Basarnas bersama masyarakat setempat masih terus melakukan pencarian. Masyarakat diimbau untuk mendoakan agar seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat serta cuaca tetap bersahabat demi kelancaran operasi SAR. ***(Ainun Faathirjal)
























