Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 4 Dec 2025 07:22 WIT

Bank Indonesia Optimistis Papua Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi Nasional


					Suasana pertemuan tahunan Bank Indonesia di Papua. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Suasana pertemuan tahunan Bank Indonesia di Papua. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang diprediksi masih akan berlangsung hingga dua tahun ke depan, Bank Indonesia (BI) optimisme terhadap ketahanan dan potensi pertumbuhan ekonomi Papua.

Hal itu dikatakan, Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Faturachman, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang digelar di Kantor BI Papua, Jayapura, Rabu sore, 3 Desember 2025.

Menurut Faturachman, Papua tetap menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat meski dihantam dinamika global seperti proteksionisme, ketegangan geopolitik, dan kerentanan sistem keuangan dunia.

“Papua memiliki posisi strategis, baik di kawasan Sulampua maupun secara nasional. Kontribusinya terhadap PDRB menempatkannya di peringkat ketiga di Sulampua dan ke-15 secara nasional,” ujar Faturachman.

Menurutnya meski sektor pertambangan belum sepenuhnya pulih, BI memperkirakan kontraksi ekonomi Papua pada 2026 akan lebih ringan, yakni di kisaran -0,2% hingga -0,6%. Ini merupakan perbaikan signifikan dibandingkan kontraksi pada triwulan III 2025.

“Meskipun masih negatif, arah pemulihan mulai terlihat. Ini sinyal positif bahwa fondasi ekonomi Papua mulai menguat,” tambahnya.

Saat foto bersama usai pertemuan tahun Bank Indonesia di Papua. (KabarPapua.co/Imelda)

Faturachman menekankan pentingnya transformasi sektor riil melalui kebijakan industrialisasi, peningkatan investasi, dan penguatan kualitas tenaga kerja. Diversifikasi ekonomi juga menjadi langkah wajib untuk mengurangi ketergantungan pada sektor tambang.

“Kita perlu membangun sumber-sumber pertumbuhan baru agar ekonomi Papua lebih berkelanjutan dan inklusif,” tegasnya.

Dari sisi keuangan, kata Faturachman, Papua menunjukkan kinerja yang solid. Hingga Oktober 2025, pertumbuhan kredit mencapai 10,3% dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap terkendali. Sementara itu, inflasi hingga November 2025 berada dalam rentang sasaran nasional, yakni 2,5% kurang lebih 1%.

Dengan potensi besar dan sinergi kebijakan yang kuat, BI menilai Papua dapat menjadi motor penggerak dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2026–2027.

 “Dengan sinergi bersama, Papua dapat mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan,” kata Faturachman. ***(Imelda)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pertamina Siapkan 1000 Paket Sembako untuk Masyarakat Prasejahtera di Wayame

29 April 2026 - 13:56 WIT

Cara PLN Percepat Transformasi Layanan di RSUD Raja Ampat

29 April 2026 - 13:28 WIT

Jeritan Pengusaha Plastik di Serui Saat Harga Meroket Dua Kali Lipat

24 April 2026 - 12:37 WIT

BI: Partisipasi Responden Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Papua Selatan

22 April 2026 - 22:31 WIT

Bahan Baku Mahal, Harga Tahu di Serui Naik

22 April 2026 - 20:10 WIT

Pastikan Pasokan Terjaga, Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong

22 April 2026 - 17:29 WIT

Trending di BISNIS