KABARPAPUA.CO, Serui– Basarnas dan BMKG Kepulauan Yapen meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang melanda wilayah Kepulauan Yapen dalam beberapa pekan terakhir. Masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, diimbau meningkatkan kewaspadaan dan selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru.
Kepala Pos Pencarian dan Penyelamatan Basarnas Kabupaten Kepulauan Yapen, Tommy Lewerissa menyampaikan, telah menyiapkan personel dan armada untuk menghadapi potensi kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa minggu terakhir.
Tommy menyebutkan dalam kondisi darurat, proses pencarian dan penyelamatan akan mendapat dukungan dari Kantor Basarnas Biak untuk mempercepat penanganan di lapangan.

“Sejak awal bulan, telah terjadi tiga kecelakaan laut di perairan Kepulauan Yapen,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pos SAR Serui, Senin 24 November 2025.
Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Warga yang tetap melaut diminta menyiapkan perlengkapan keselamatan untuk mengurangi risiko kejadian yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Kepala Kantor BMKG Kepulauan Yapen, Herald Betah menjelaskan cuaca ekstrem yang terjadi disebabkan oleh sirkulasi plasma udara dan pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik sehingga meningkatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah Kepulauan Yapen.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, wilayah yang berpotensi terdampak paling besar meliputi Distrik Raimbawi, Yapen Timur, Teluk Ampimoi, Kosiwo, hingga Yapen Barat. Kawasan pesisir disebut menjadi zona paling rawan terhadap risiko angin kencang dan gelombang tinggi.
Herald mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan serta rutin memperbarui informasi melalui BMKG. Ia juga mengingatkan dampak potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang. *** (Ainun Faathirjal)
























