Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 14 Oct 2025 11:24 WIT

Permintaan Keluarga Ibu Guru Melani, Korban Kekerasan KKB kepada Polda Papua


					Keluaga Ibu Guru Melani Miryam Wamea saat ibadah penguatan di rumah duka di Kota Jayapura. Foto: Humas Polda Papua  Perbesar

Keluaga Ibu Guru Melani Miryam Wamea saat ibadah penguatan di rumah duka di Kota Jayapura. Foto: Humas Polda Papua

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Peter Wamea, keluarga korban dari Melani Miryam Wamea (Mirino), seorang guru yang dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku kekerasan. Keluarga korban percaya aparat penegak hukum bisa memberikan keadilan atas peristiwa ini.  

“Kami mohon aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini. Kami percaya Tuhan akan menyertai dan memberikan kekuatan kepada aparat kepolisian dalam melaksanakan tugasnya,” kata Peter penuh haru. 

Penyampaian ini disampaikan Peter saat ibadah penguatan atas almarhum yang dilaksanakan di  Perumahan Grand Rolo, Koya Tengah, Kota Jayapura pada Senin 13 Oktober 2025. 

Ibadah juga dihadiri Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito yang mewakili Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin.

“Kami ikut berduka cita mendalam atas kejadian ini. Almarhumah adalah sosok pengabdi dan pejuang pendidikan di tanah Papua. Beliau juga salah satu putri terbaik Tanah Papua yang gugur dalam pengabdiannya mencerdaskan anak bangsa di Kabupaten Yahukimo,” kata Cahyo. 

Cahyo bilang, kehadirannya di rumah duka untuk saling menguatkan, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan. 

“Ke depan, bersama dengan  pemerintah, kami akan  terus mengevaluasi peningkatan keamanan dan keselamatan bagi para tenaga pendidik di seluruh wilayah Papua,” katanya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito dan jajaran saat menghadiri ibadah penguatan kepergian Ibu Guru Melani di rumah duka. Foto: Humas Polda Papua

Melani Miryam Wamea adalah seorang guru di pedalaman Yahukimo. Ia mengabdikan hidupnya untuk mengajar anak-anak di kampung Holuwon, Distrik Holuwon, Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan. 

Melani menjadi korban KKB pada Jumat 10 Oktober 2025, saat hendak melakukan penanaman pohon di area perbukitan bersama para guru dan siswanya.

Saat rombongan guru dan siswa tiba di lokasi penanaman pohon, seorang siswa melihat ada dua orang tak dikenal membawa parang dan panah di bawah bukit. Kedua orang ini diduga hendak memalang jalan.

Seorang saksi menuruni bukit untuk memastikan keberadaan orang tak dikenal itu, namun saksi di tengah jalan mendengar teriakan minta tolong dan saat dihampiri, ternyata teriakan itu dari Ibu Guru Melani yang sudah bersimbah darah dan dalam keadaan kritis.

Saksi segera melakukan pertolongan pertama dan mencari bantuan agar korban dievakuasi. Korban lalu dapat segera dievakuasi dengan pesawat MAF ke Wamena dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Jayapura. Namun, nyawa korban tak tertolong setibanya di Jayapura. *** (Katharina/rilis)

Artikel ini telah dibaca 378 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

6 Rumah Habis Terbakar di Dok VIII Jayapura

7 May 2026 - 22:48 WIT

Predator Seksual Ditangkap di Boven Digoel, 29 Anak Jadi Korban

7 May 2026 - 16:30 WIT

Perang Terhadap Miras, Polisi di Numfor Barat Lenyapkan Barang Bukti

7 May 2026 - 12:37 WIT

Polisi Ungkap Benang Merah Jejak Kriminal MS dan YH Bersama KKB Yahukimo

5 May 2026 - 22:17 WIT

Komitmen Polda Papua Kawal Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab

5 May 2026 - 08:28 WIT

Mobil Modifikasi BBM Terbakar di Depan Polda Papua, Pengemudi Kabur

3 May 2026 - 22:16 WIT

Trending di PERISTIWA