Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 5 Sep 2025 16:09 WIT

Jalani Proses Hukum Militer, Pelaku Diserahkan ke Pomdam XVII Cenderawasih


					Ditreskrimum Polda Papua resmi menyerahkan oknum prajurit TNI ke Pomdam XVII Cenderawasih. (IST) Perbesar

Ditreskrimum Polda Papua resmi menyerahkan oknum prajurit TNI ke Pomdam XVII Cenderawasih. (IST)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Guna menjalani proses hukum militer, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua resmi menyerahkan oknum prajurit TNI berinisial Pratu TB kepada Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVII Cenderawasih, Kamis, 4 September 2025.

Pratu TB diduga terlibat dalam penembakan yang menewaskan seorang warga sipil bernama Lambert alias Obet di Lorong Sagita, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Penyerahan dilakukan di Mapolda Papua, disertai dengan barang bukti berupa sepucuk senjata api jenis FN dan tujuh butir amunisi yang diduga digunakan dalam insiden tersebut. 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Cahyo Sukarnito, membenarkan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada pihak Pomdam XVII Cenderawasih. ”Tersangka dan barang bukti telah kami serahkan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Pemeriksaan Awal

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Polisi Achmad Fauzi, pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi yang berada bersama tersangka saat kejadian. “Ketiga saksi itu berada di dalam mobil bersama Pratu TB,” katanya.

Korban Lambert alias Obet dilaporkan tewas akibat luka tembak pada Rabu malam, 3 September 2025. Jenazahnya kini berada di RS Bhayangkara Polda Papua untuk keperluan otopsi. Sementara Pratu TB telah ditahan di sel Pomdam XVII Cenderawasih dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Menurut laporan awal dari Kodam XVII Cenderawasih, insiden penembakan diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara Pratu TB dan korban. Tembakan mengenai bagian pinggang korban dan menyebabkan kematian di tempat kejadian.

Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan menunjukkan komitmen aparat dalam menegakkan hukum secara transparan, termasuk terhadap anggota militer yang diduga melanggar hukum. ***(Imelda)

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hari Ketiga Operasi Patuh Cartenz 2026, Polres Kepulauan Yapen Jaring 49 Kendaraan

29 October 2026 - 23:28 WIT

Yonif TP 909 KRP Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Alfa-Omega Panduami

29 October 2026 - 22:45 WIT

Warga Sipil Ditikam di Dekai, Keterlibatan KKB Diselidiki

28 October 2026 - 20:31 WIT

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolres Kepulauan Yapen Ajak Pemuda Jaga Persatuan

28 October 2026 - 19:57 WIT

Polisi Tangkap Terduga Penganiayaan Bule Belanda di Manokwari

28 October 2026 - 16:12 WIT

Sasar Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Waropen Gelar Operasi Patuh Cartenz 2026

27 October 2026 - 21:12 WIT

Trending di PERISTIWA