Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 22 Aug 2025 11:45 WIT

Tokoh Lintas Agama di Yapen Dibekali Pencegahan Dini Konflik Keagamaan


					Pembukaan Sosialisasi Early Warning System (EWS) ditandai dengan Penabuhan Tifa yang dipimpin Wakil Buapati Kepulauan Yapen Roi Palunga. Foto: Ainun Faathirjal/KabarPapua.co Perbesar

Pembukaan Sosialisasi Early Warning System (EWS) ditandai dengan Penabuhan Tifa yang dipimpin Wakil Buapati Kepulauan Yapen Roi Palunga. Foto: Ainun Faathirjal/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Serui– Sebanyak 25 orang tokoh Agama di Kabupaten Kepulauan Yapen dikumpulkan di Auditorium LPP RRI Serui. Para tokoh lintas agama ini mewakili Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha.

Hari ini, Jumat 22 Agsutsu 2025, para tokoh agama dibekali sosialisasi Early Warning System (EWS) bagi tokoh lintas agama. Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga resmi membuka kegiatan itu.

Sosialisasi menghadirkan 3 pemateri, yakni Kepala Kemenag Papua Klemens Taran yang membahas moderasi beragama, Wakil Bupati Yapen Roi Palunga tentang Peran strategis pemerintah daerah, serta Kepala Kesbangpol Yapen Sony A. Woria mengenai penguatan sistem peringatan dini berbasis kolaborasi lintas agama dan kearifan lokal.

Ketua Panitia, Arif Seto menjelaskan,  penerapan EWS merupakan bagian dari program penguatan umat beragama yang digagas Kementerian Agama. “EWS menjadi instrumen penting untuk mendeteksi dan mengantisipasi potensi konflik keagamaan sejak dini, sekaligus memperkuat peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan,” ujarnya.

Kepala Kemenag Papua, Klemens Taran menyampaikan, sistem peringatan dini bukan hanya terkait bencana alam, tetapi juga aspek sosial keagamaan, termasuk potensi gesekan antarumat beragama, penyebaran paham ekstrem, hingga melemahnya nilai toleransi. “Tokoh agama memiliki peran kunci karena kedekatannya dengan umat. Jika mereka mampu membaca potensi perpecahan dan menyampaikan peringatan dini, konflik bisa dicegah sejak awal,” katanya.

Sosialisasi Early Warning System (EWS) di Kepulauan Yapen.
Foto: Ainun Faathirjal/KabarPapua.co

Dalam sambutannya, Wabup Yapen, Roi Palunga, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama. “Keragaman agama, suku, dan budaya adalah kekayaan kita, tetapi juga bisa menjadi potensi kerawanan. Melalui EWS, mari kita deteksi potensi konflik sejak dini agar Yapen tetap aman, damai, dan harmonis dalam bingkai NKRI,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh tokoh agama untuk menjadikan EWS sebagai budaya bersama. “Mari kita perkuat komitmen mencegah konflik, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan toleransi demi masa depan Papua, khususnya Kepulauan Yapen yang lebih baik,” tutup Roi Palunga.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Yapen, Adolina Wopi,Kepala Kesbangpol Yapen, Sony A. Woria serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yapen, Khaeruddin Siswanto. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Soroti Renovasi Sekolah yang Belum Rampung

23 January 2026 - 23:21 WIT

Pesan Penting Wabup Yapen saat Penyerahan DPA hingga SK Plt OPD

23 January 2026 - 15:55 WIT

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Kandowarira

22 January 2026 - 22:01 WIT

Pengembangan Kakao, Petani Apresiasi Langkah Pemkab Kepulauan Yapen 

21 January 2026 - 22:13 WIT

TKG Belum Terbayarkan, Komisi C DPRK Kepulauan Yapen Gelar RDP 

21 January 2026 - 21:51 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

Trending di BISNIS