Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA BARAT · 10 Aug 2025 22:00 WIT

Bertemu Masyarakat Kampung di Kaimana, Anggota MRPB Dibanjiri Berbagai Pertanyaan


					Wakil Ketua II MRPB, Fransina Hindom didampingi Wakil Ketua Pokja Adat Ismael Sirfefa dan Sekretaris Pokja Perempuan, Martina Sawi saat bertemu Masyarakat di Kampung Waho. (KabarPapua.co/Yosias Wambrauw) Perbesar

Wakil Ketua II MRPB, Fransina Hindom didampingi Wakil Ketua Pokja Adat Ismael Sirfefa dan Sekretaris Pokja Perempuan, Martina Sawi saat bertemu Masyarakat di Kampung Waho. (KabarPapua.co/Yosias Wambrauw)

KABARPAPUA.CO, Kaimana – Selain bertemu Bappeda Kaimana untuk mambahas realisasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Pendataan Orang Asli Papua (OAP), lima anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) dalam dua hari berturut-turut mengunjungi tiga kampung yang berbeda di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

Lima anggota MRPB itu adalah, Wakil Ketua II MRPB Fransina Hindom, Wakil Ketua Pokja Adat Ismael Watora, dan anggotanya Samuel Aboda, serta Sekretarisnya Pokja Perempuan, Marthina Sawi dan anggotanya Yumima Surik.

Kampung pertama yang dikunjungi adalah Kampung Tanggaromi di Distrik Kaimana pada Kamis, 7 Agustus 2025. Sementara Kampung Waho dan Kampung Wamesa di Distrik Kambrauw pada Jumat, Agustus 2025.

Dua kampung di Distrik Kambrauw ini mengharuskan anggota MRPB dari daerah pangangkatan Kaimana dan Fakfak tersebut untuk menyeberangi Teluk Arguni menggunakan perahu longboat karena belum tersedianya jalur transportasi darat.

Pantauan KabarPapua.co, kedatangan lima anggota MRPB ini rupanya dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat di tiga kampung tersebut.

Berbagai pertanyaan hingga keluhan disampaikan dalam forum yang disebut sebagai kegiatan penyaluran aspirasi masyarakat adat, umat beragama, kaum perempuan dan masyarakat pada umumnya ini.

Rata-rata hal yang disampaikan di setiap kampung hampir sama, yaitu terkait dana Otsus yang dirasa belum menyentuh kehidupan OAP hingga masalah pendidikan dan kesehatan, serta ketersediaan lapangan kerja bagi OAP.

Masyarakat berharap, kehadiran MRPB di kampung tidak hanya melihat dan mendengar langsung, tapi dapat melanjutkan aspirasi dan keluhan mereka ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaimana dan juga pemerintah provinsi, serta pemerintah pusat.

Dalam kesempatan ini, lima anggota MRPB ini juga turut memberikan pemahaman tentang tugas dan fungsi MRPB, serta pentingnya pendataan OAP. Juga pelayanan terpadu terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. ***(Yosias Wambrauw)

Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tiga Kabupaten Telah Mengajukan Diri sebagai Tuan Rumah MTQ XII Tingkat Provinsi Papua Barat

5 July 2026 - 18:46 WIT

Penantian 18 Tahun, Kafilah Fakfak Kembali Juara Umum MTQ XI Tingkat Provinsi Papua Barat

5 July 2026 - 11:05 WIT

Mohamad Lakotani: “Pemenang Lomba MTQ ini akan Wakili Papua Barat di Tingkat Nasional”

1 July 2026 - 20:20 WIT

Pengerjaan Jalan Rusak di Yamor Masih Tunggu Proses Lelang

1 July 2026 - 19:28 WIT

90 Peserta dari Teluk Wondama Ikut Lomba MTQ XI Tingkat Provinsi Papua Barat

1 July 2026 - 17:28 WIT

Pekan Depan, Pembukaan MTQ Tingkat Provinsi Papua Barat di Kaimana

26 June 2026 - 18:15 WIT

Trending di KABAR PAPUA BARAT